Ekonomi dan Bisnis

BI Beberkan Jurus Jitu UMKM Naik Kelas

Jakarta – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi cukup besar bagi perekonomian Indonesia. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi.

“UMKM berhasil menyumbangkan 60% dari PDB atau senilai 8.573,89 triliun rupiah,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman, saat membuka Talkshow “Strategi Akselerasi UMKM Go Export,” di JCC, Jumat (28/7).

Untuk mendukung potensi UMKM, Bank Indonesia (BI) fokus memberikan pengembangan UMKM di Tanah Air yang telah menyentuh 64,5 juta UMKM. Apalagi, saat ini UMKM juga telah menyumbang hampir 16% dari sektor non migas di Indonesia,

“BI bersama para stakeholder saat ini sudah melakukan binaan. Di mana kami sudah berhasil ekspor produk UMUM hampir 67 juta di tahun 2022 dalam beragam produk seperti kerajinan, kopi dan barang-barang lainya,” terangnya.

Baca juga: Mayoritas Pelaku UMKM Kaum Ibu, Bos BI: Kalau Beli Jangan Ditawar

Di lain sisi, BI terus mengedukasi pentingnya HAKI bagi pelaku usaha UMKM. Hal ini ditujukan agar mereka dapat perlindungan hukum atas suatu karya dan sebagai pemilik karya dan pemilik usaha. 

Sehingga, pelaku usaha tersebut bisa dengan leluasa dalam memanfaatkan nilai ekonomis dari karya cipta dan produknya tanpa takut menyalahi hukum.

“Paling penting kalau produk kita go global yakni memastikan HAKI. BI pun tidak kalah turut memastikan HAKI yang saat ini sudah bisa di akses di 13 provinsi” katanya. 

Diakuinya, untuk mencapai program UMKM naik kelas ada pelbagai tantangan yang harus dihadapi bersama semua pihak. Hal ini menyangkut, legalitas, akses, pembiayaan, masalah kapasitas, produksi dan pemasaran.

Untuk mengatasi masalah tersebut, BI melakukan langkah strategi yang sudah dijalankan di 46 kantor perwakilan BI di Tanah Air dan 5 kantor perwakilan BI di luar negeri.

Yakni, penguatan korporatisasi untuk mendorong terciptanya ekosistem usaha terintegrasi, peningkatan kapasitas baik dari sisi SDM maupun pengembangan usaha termasuk dengan digitalisasi untuk mendorong peningkatan produktivitas, dan dukungan terhadap akses pembiayaan agar UMKM dapat naik kelas dan berdaya saing.

Baca juga: BI Gratiskan Biaya Layanan QRIS UMKM, Tapi Ada Syaratnya

Semua itu bertujuan agar UMKM go digital dan semua transaksi transaksi cepat, mudah, murah, serta andal. Salah satunya, dengan memanfaatkan BI FAST dengan sistem pembayaran 24 jam.

“Dan semua pelaku UMKM harus menyediakan layanan transaksi QRIS untuk lebih memudahkan transaksi penjualan,” bebernya.

Untuk bisa menjalankan itu semua, tentunya kita harus memiliki strategi dengan menekankan aspek konsistensi, inovatif, sinergi sama (KISS),” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

10 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

10 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

13 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

16 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

21 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

22 hours ago