QRIS Tap Bank Mandiri
Poin Penting
Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa hingga saat ini baru 13 provinsi di Indonesia yang telah mengimplementasikan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Tap In dan Tap Out berbasis Near Field Communication (NFC) untuk moda transportasi.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyebutkan, ke-13 provinsi tersebut meliputi Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Bali, dan Sulawesi Selatan.
Rata-rata penggunaan QRIS Tap In & Out diterapkan pada moda transportasi DAMRI, kecuali di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat yang digunakan pada Bus TRANS.
Sementara di Jakarta, sistem ini sudah berlaku di MRT, DAMRI, dan Bus TRANS (Transportasi Perkotaan).
“Transformasi digital di sektor transportasi daerah ini semakin nyata melalui implementasi QRIS Tap. Saat ini sudah ada 13 provinsi yang telah mengadopsi QRIS Tap di berbagai moda transpotasi mulai dari MRT. DAMRI, dan TRANS,” tutur Fili dalam Opening Ceremony Day 2 FEKDI X IFSE 2025, Jumat, 31 Oktober 2025.
Baca juga: BI Mulai Uji Coba QRIS di Korea Selatan
Fili mendorong daerah lain untuk segera mengimplementasikan QRIS Tap.
Ia menantang 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN) agar menggandeng pemerintah daerah untuk menerapkan sistem pembayaran digital di moda transportasi wilayah masing-masing.
“Ini merupakan wajah baru transportasi digital Indonesia yang lebih efisien, transparan, dan lebih inklusif,” jelasnya.
Menurut Fili, penggunaan QRIS Tap tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga memperkuat ekosistem keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan efisien.
Baca juga: Bank Kalbar Luncurkan Fitur QRIS Cross Border, Permudah Transaksi Nontunai Lintas Negara
Ia juga mengakui, adopsi pembayaran digital di sektor transportasi masih lebih lambat dibandingkan sektor lain.
“Kami berharap dengan dorongan QRIS Tap ini, daerah segera menerapkan digitalisasi,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More
Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More
Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More