Ilustrasi pertumbuhan bisnis kartu kredit/Istimewa
Jakarta – Bank Indonesia (BI) menilai, sejauh ini perbankan dan penerbit kartu kredit sudah mematuhi peraturan untuk menurunkan batas maksimum bunga kartu kredit menjadi 2,25 persen per bulan dari sebelumnya 2,95 persen per bulan.
“Saya harap ini dapat mencerminkan kondisi rill di pasar bunga kredit Indonesia,” ujar Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Jakarta, Jumat, 2 Juni 2017.
Adapun penurunan bunga kartu kredit tersebut sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 18/33/DKSP dan efektif berlaku pada Jumat 2 Juni 2017 ini setelah masa transisi selama enam bulan sejak Desember 2016.
Bank Sentral berharap seluruh bank dan penerbit dapat konsisten mengikuti ketentuan BI. Agus juga mengingatkan, jika ada bank dan penerbit yang melanggar peraturan otoritas, masyarakat dapat melaporkan bank atau penerbit tersebut ke BI.
“Saya sangat harapkan ini disiplin, kalau ada yang menaikkan mohon dilaporkan ke bank terkait dan ke BI,” tegasnya.
Menurut Agus, tidak ada alasan bagi perbankan dan penerbit untuk tidak menurunkan batas maksimum bunga kartu kredit. Pasalnya, BI sendiri telah melakukan sosialisasi sejak sembilan bulan lalu terkait aturan tersebut.
“Sudah lama untuk diarahkan per bulan maksimal 2,25 persen. Jadi semua harus sejalan dengan itu. Diharapkan bisa efektif dan bawa manfaat ke masyarakat,” paparny.
Berdasarkan datanya pada statistik alat pembayaran dengan menggunakan kartu (APMK) jumlah kartu kredit per April 2017 tercatat 17,66 juta kartu naik dibandingkan periode akhir 2016 17,4 juta kartu. Adapun nominal transaksi kartu kredit hingga April 2017 adalah Rp95,4 triliun. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More