News Update

BI: Bank Harus Antisipasi Pergeseran Sistem Pembayaran di Ritel

Jakarta – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng mengungkapkan, berdasarkan survei BI pada akhir 2019 lalu telah terjadi pergeseran pelaku pembayaran ritel dari perbankan ke pelaku perbankan.

Dirinya menyebut, saat ini masyarakat lebih gemar untuk bertransaksi secara digital salahsatunya melalui uang elektronik layaknya OVO, Dana maupun Gopay. Olehkarena itu dirinya mengimbau perbankan untuk terus mengantisipasi hal tersebut dengan peningkatan layanan digital.

“Ada pergeseran pelaku pembayaran ritel di Indonesia kita lihat tahun 2015 masih di dominasi oleh bank tapi kalau lihat di ujung tahun 2019 mulai masuk pelaku non bank. Kita lihat sangat laku sekali ya itu dominasi oleh non bank,” kata Sugeng dalam diskusi di Jakarta Selasa, 18 Agustus 2020.

Sugeng menjelaskan, pada tahun 2015 transaksi di ritel masih di dominasi oleh 5 perbankan yakni BCA sebesar 30%, BRI 22,2%, Bank Mandiri 19,8%, Bank BNI 9,5% serta CIMB Niaga 1,6%.

Namun jajaran tersebut berubah dan terdapat nama baru dari industri non bank pada akhir 2019. Sugeng menjelaskan, transaksi ritel telah didominasi oleh BCA 23%, Bank Mandiri 16%, Bank BRI 16%, OVO 9,0%, serta Gopay di 8,6%.

Dirinya menilai, potensi penerapan digital di Indonesia masih sangat besar. Oleh karena itu pihaknya terus mengimbau perbankan untuk lebih giat meningkatkan layanan digitalnya agar tidak tertinggal dengan pelaku non-bank.

Tak hanya itu, BI juga terus mendorong bank untuk melakukan transformasi digital secara utuh serta interlink bank dengan fintech agar daya saing tetap terjaga. “Jadi nantinya antara bank dan fintech saling terhubung sehingga dapat memberikan kenyamanan dan memudahkan pada nasabah,” ungkap Sugeng. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Gak Perlu Pusing, Begini Cara Nanovest Bikin Pemula Langsung Bisa Investasi

Poin Penting Nanovest mengandalkan aplikasi sederhana dan user friendly tanpa grafik rumit untuk menarik investor… Read More

8 mins ago

Menyoal Ide “Sesat” Penutupan Indomaret dan Alfamart

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group ENTAH ide dari mana datangnya, tidak… Read More

3 hours ago

Aplikasi PINTU Listing 10 Tokenisasi Aset Global, Apa Saja?

Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More

7 hours ago

Dorong Pemberdayaan UMKM, Bank Aladin Syariah Dukung Program Warteg Gratis 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More

8 hours ago

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More

10 hours ago

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

11 hours ago