Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa aplikasi penukaran uang miliknya, Pintar, mengalami kendala teknis akibat tingginya permintaan masyarakat. Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, menjelaskan bahwa lonjakan trafik yang luar biasa menyebabkan gangguan pada layanan tersebut.
“Kami sangat terima kasih kepada antusias masyarakat masuk ke Pintar. Memang trafiknya luar biasa dan tentunya ada beberapa kendala teknis ya. Jadi kalau di orang IT itu ada namanya DDoS, Distributed Denial of Service. Jadi itu ada yang masuk trafiknya memang membuat layanan online kita jadi down,” kata Doni dalam Konferensi Pers RDG, dikutip, Kamis, 20 Maret 2025,
Meski mengalami gangguan, Doni memastikan bahwa tim IT Bank Indonesia segera menangani permasalahan tersebut agar aplikasi Pintar dapat kembali diakses oleh masyarakat yang ingin menukarkan uang untuk kebutuhan Lebaran.
“Tapi kita langsung pulihkan itu aplikasi Pintar. Insyaallah nanti Pintar-nya akan tetap bisa diakses ya,” jelasnya.
Baca juga: Lebaran 2025, BI Permudah Penukaran Uang lewat Aplikasi PINTAR
Doni menjelaskan bahwa lonjakan permintaan akses biasanya terjadi pada akhir pekan, terutama di hari Sabtu dan Minggu. Oleh karena itu, Bank Indonesia akan membatasi akses lokasi Pintar pada pekan keempat layanan penukaran uang.
Pembatasan tersebut yakni, pada hari Sabtu 22 Maret 2025 hanya untuk wilayah Pulau Jawa dan 23 Maret untuk wilayah di luar Pulau Jawa.
“Karena Minggu keempat ini, tahap pertama hari Sabtu itu kita hanya untuk Jawa saja. Supaya tidak rebutan. Jadi Sabtu, 22 Maret kalau hari-hari kerja biasa ini kan tidak tinggi. Perkiraan terakhir kita itu di 22 dan 23. Jadi 22 itu nanti di Pintar itu kita bagi,” ungkapnya.
Adapun hingga 19 Maret, sudah terdapat 378.523 masyarakat yang telah melakukan penukaran uang melalui aplikasi Pintar. Secara rinci, pada minggu pertama penukaran uang BI menyiapkan 100-an titik, dan ditambah lagi menjadi 2.000 titik pada minggu kedua.
Baca juga: Jelang Libur Idul Fitri, BSI Siapkan Uang Tunai Rp42,88 Triliun
Kemudian untuk minggu ketiga menjadi 2.331 titik penukaran, dan menyentuh 2.512 titik pada minggu ke empat bersama perbankan.
“Tidak perlu khawatir minggu ke-4 tambah lagi kuotanya sampai 251.200 untuk aplikasi Pintar. Insyaallah semua kita pastikan orang bisa menukar,” imbuh Doni.
Sebagai informasi, hingga 17 Maret 2025 realisasi penukaran uang baru sudah mencapai Rp6,71 triliun atau 37 persen dari total yang disediakan sebesar Rp180,9 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting Dedi Mulyadi ajukan pinjaman daerah Rp2 triliun akibat kapasitas fiskal Jabar turun hampir… Read More
Poin Penting Bank Panin mencatatkan laba bersih Rp2,87 triliun, naik tipis 0,13 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting BNI siapkan uang tunai Rp23,97 triliun untuk kebutuhan transaksi Ramadan dan Lebaran 2026… Read More
Poin Penting DJP mencatat penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp47,18 triliun hingga Januari 2026, didominasi… Read More