Gedung BI; Aktivitas moneter. (Foto: Paulus Yoga)
Jakarta–Bank Indonesia (BI) dan Asian Development Bank (ADB) menyoroti pentingnya reformasi struktural bagi negara-negara berkembang di kawasan Asia.
Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan, bahwa sejauh ini BI dan ADB terus membahas bagaimana reformasi struktural dapat membuat terobosan bagi percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.
“Kebijakan moneter dan fiskal terutama ditujukan untuk menyokong pemintaan (demand). Namun, permintaan tidak dapat dioptimalkan apabila permasalahan struktural tidak diselesaikan dengan baik,” ujar Agus di Jakarta, 23 Maret 2016.
Dia menilai, di tengah ketidakpastian ekonomi global, peningkatan kekuatan ekonomi domestik menjadi sangat penting. Sehingga, memaksimalkan potensi pertumbuhan domestik menjadi sangat penting dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Saat ini merupakan saat yang tepat bagi otoritas di negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk berfokus kepada reformasi struktural demi meningkatkan pertumbuhan yang berkesinambungan,” tukasnya.
Menurutnya, reformasi struktural sangat penting untuk mendorong perekonomian domestik yang lebih kuat. Dia meminta, hal ini bisa menjadi perhatian yang serius bagi negara berkembang khususnya Indonesia dalam kedepannya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More