Gedung BI; Aktivitas moneter. (Foto: Paulus Yoga)
Jakarta–Bank Indonesia (BI) dan Asian Development Bank (ADB) menyoroti pentingnya reformasi struktural bagi negara-negara berkembang di kawasan Asia.
Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan, bahwa sejauh ini BI dan ADB terus membahas bagaimana reformasi struktural dapat membuat terobosan bagi percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.
“Kebijakan moneter dan fiskal terutama ditujukan untuk menyokong pemintaan (demand). Namun, permintaan tidak dapat dioptimalkan apabila permasalahan struktural tidak diselesaikan dengan baik,” ujar Agus di Jakarta, 23 Maret 2016.
Dia menilai, di tengah ketidakpastian ekonomi global, peningkatan kekuatan ekonomi domestik menjadi sangat penting. Sehingga, memaksimalkan potensi pertumbuhan domestik menjadi sangat penting dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Saat ini merupakan saat yang tepat bagi otoritas di negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk berfokus kepada reformasi struktural demi meningkatkan pertumbuhan yang berkesinambungan,” tukasnya.
Menurutnya, reformasi struktural sangat penting untuk mendorong perekonomian domestik yang lebih kuat. Dia meminta, hal ini bisa menjadi perhatian yang serius bagi negara berkembang khususnya Indonesia dalam kedepannya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Konflik AS–Israel dan Iran memicu volatilitas IHSG, berpotensi terjadi koreksi wajar dan fase… Read More
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga WARGA dunia hari-hari ini dibuat cemas. Timur Tengah… Read More
Poin Penting Konflik AS–Israel vs Iran ancam 20 persen pasokan minyak global dan dorong harga… Read More
Poin Penting Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia dari sekitar USD73 hingga berpotensi USD120-140… Read More
Poin Penting SMF memastikan pendanaan rumah subsidi dan FLPP tetap terjaga dan berkelanjutan meski ekonomi… Read More
Poin Penting Istana memastikan anggaran pendidikan tidak dipangkas meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan.… Read More