News Update

BI: 21 Bank Belum Penuhi Porsi Kredit UMKM 15%

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengaku, sebanyak 21 bank di Indonesia belum memenuhi porsi kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sebesar 15% dari total kredit atau masih di bawah ketentuan BI terkait porsi kredit UMKM di 2017 ini.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Gubernur BI Agus DW Martowardojo, di Gedung BI, Jakarta, Jumat, 3 Maret 2017. Menurutnya, secara rata-rata industri perbankan, kewajiban porsi kredit UMKM sebesar 15% sudah terpenuhi oleh bank.

“Jadi bank-bank tersebut tentu harus mendapat pesan supaya bisa mengejar rasio kredit UMKM,” ucapnya.

Namun, kata dia, dari portofolio kredit masing-masing korporasi, masih ada bank-bank yang kesulitan memenuhi porsi kredit UMKM sebesar 15% ditahun ini. Dengan begitu, di tahun ini sudah sebanyak 95 bank dari 116 bank yang sudah menyalurkan porsi 15% kredit UMKM nya.

“Secara individu bank, itu ada 21 bank yang masih di bawah 15%,” ujar Agus Marto.

Sebagai informasi BI telah menerbitkan berbagai aturan untuk dapat menopang perkembangan UMKM di Indonesia, salah satunya meminta bank-bank nasional untuk dapat menyalurkan kredit UMKM-nya sebesar minimum 20% dari total kredit bank secara bertahap atau di 2018.

Di 2016 sendiri, bank diharapkan sudah menyalurkan kredit UMKM minimal 10% dari total kredit. Sedangkan di 2017 bank diarahkan agar dapat menyalurkan kredit UMKM nya minimal 15% dan pada 2018 sebesar 20℅ dari total kredit. Dengan kebijakan BI tersebut diharapkan UMKM dapat lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan dari bank. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

WFH BGN Tak Berlaku untuk Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan

Poin Penting Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan skema kerja hybrid (WFH-WFO) 50% untuk unit yang… Read More

3 hours ago

Kasus Kredit Sritex-Bank DKI, Ahli: Kredit Macet Bukan Selalu Pidana

Poin Penting Zulkarnain Sitompul menegaskan kredit macet tidak otomatis menjadi tindak pidana, melainkan bagian dari… Read More

4 hours ago

Kadin Minta Dunia Usaha Perkuat Kepatuhan Seiring Berlaku KUHP Baru

Poin Penting Kadin mendorong dunia usaha meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi seiring pemberlakuan KUHP baru Perusahaan… Read More

4 hours ago

Bank Mantap dan UGM Kolaborasi, Integrasi Layanan hingga Program Persiapan Pensiun

Poin Penting PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi mengintegrasikan… Read More

6 hours ago

BTN Soroti Data Backlog Perumahan, Tanpa Basis Jelas Sulit Tepat Sasaran

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menilai data backlog perumahan masih belum akurat… Read More

6 hours ago

BTN Resmikan Ecopark Dago dan 3 Cabang Baru, Genjot Efisiensi Layanan

Poin Penting BTN meresmikan Ecopark Dago sebagai pusat pelatihan SDM berbasis konsep modern dan ramah… Read More

6 hours ago