Bhinneka Life Buka-bukaan Pemisahan Kongsi Dengan AJB Bumiputera
Jakarta – PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) secara terbuka mengaku sudah memisahkan diri dari Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera. Hal tersebut seiring dengan pembatalan kerjasama restrukturasi AJB Bumiputera dengan PT Evergreen Invesco Tbk pada Januari 2018 lalu.
“Sebelumnya kita memang didalam PT AJB Bumiputera kemudian karena ada kesepakatan bersama maka di Januari 2018 awal tahun ini kami berganti nama jadi Bhinneka Life. Dengan pemisahan tersebut, kami sudah tidak menjadi bagian dari AJB,” jelas Direktur Utama Bhineka Life Wiroyo Karsono di Seribu Rasa Jakarta, Kamis 7 Juni 2018.
Wiroyo juga menyebut, walau perusahaannya telah pecah kongsi, namun struktur pemegang saham dan pengendali Bhinneka Life tetap sama. Dirinya juga menjelaskan, hingga akhir tahun 2017 lalu pihaknya telah memiliki 25 kantor wilayah di lebih dari 350 kantor pemasaran dan 92.000 pemegang polis.
Baca juga: Tingkatkan Literasi, Bhinneka Sasar Segmen Kecil Menengah
Selain itu, tercatat Bhinneka Life telah mengelola aset senilai Rp1,23 triliun hingga akhir 2017 lalu. Wiroyo menyebut, asetnya tersebut merupakan aset milik Bhineka Life secara keseluruhan dan sudah tidak ada campur tangan AJB Bumiputera.
“Aset dalam infrastuktur kita sudah terpisah. Kantor yang tadi saya bilang kantor baru semua dari kantor pusat di Sinarmas MSIG, sampai kantor wilayah semua sewa baru. Intinya kita terpisah, kami tetap jalan masing-masing, tamen meramaikan industri,” tukas Wiroyo.(*)
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More