Keuangan

BFI Finance Optimis Pembiayaan Industri Mesin Kembali Bangkit

Jakarta – Di tengah ketidakpastian global yang juga memengaruhi perusahaan multifinance, BFI Finance optimis dapat mendorong pembiayaan di industri machinery atau pembiayaan mesin bagi sektor usaha tumbuh pada akhir tahun 2022 hingga 2023 mendatang.

Amelia Tjahjadi, Machinery Strategy Head BFI Finance mengakui, bahwa selama dua tahun terakhir atau di masa pandemi sektor mesin merupakan salah satu yang terpengaruh, terlebih saat ini kondisi global sedang menghadapi ketidakpastian ekonomi.

“Kalau global sendiri memang biasanya sektor mesin adalah salah satu yang terdampak, kita melihat dengan dua tahun kemarin dari sisi customer yang meng-hold investasi, kemudian juga mereka mengatur cashflow dan sebagainya,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2022.

Namun di sisi lain, dirinya meyakini bahwa pihaknya optimis di tahun ini market sudah mulai bangkit. Selain itu, di sektor UKM serta industri kreatif juga bisa menambah market bagi industri mesin.

“Kita sudah bisa mulai mengatur lagi dari dua tahun kemarin, mungkin ada beberapa customer kita yang memang melakukan restrukturisasi supaya mereka bisa nafas selama pandemi itu tapi sekarang so far sudah mulai berjalan normal. Tercermin, pada semester-I 2022 pembiayaan mesin meningkat sekitar 27% yoy dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama,” jelasnya.

Dalam mendorong pembiayaan mesin, BFI Finance memiliki strategi dengan skema pembayaran yang lebih fleksibel mengikuti keinginan investasi dari nasabah sehingga mereka bisa mengatur cash flow.

“Kalau BFI sendiri memang kita kebetulan di produk ini adalah produk machinery dimana pembiayaanya sendiri jaminannya hanya invoice aslinya saja, jadi tidak ada jaminan tambahan di luar dari asset mesin itu sendiri, jadi itu rasanya sudah lebih fleksibel,” pungkas Amelia.

BFI Finance juga akan terus mendorong pembiayaan mesin ke depannya, saat ini pembiayaan mesin hanya menyumbang sekitar 3% dari total pembiayaan BFI Finance.

“Kita masih di minority untuk sumber booking, namun kita optimis terutama untuk tahun depan mudah-mudahan kita punya customer melakuakn investasi lebih aktif lagi dan kita berharap market dua tahun kemarin yang customer tidak melakukan investasi mulai bangkit lagi,” tutupnya. (*) Irawati

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

3 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

4 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

4 hours ago

BI Guyur Insentif KLM Rp427,1 Triliun di Awal Maret, Ini Porsi Himbara-Bank Asing

Poin Penting Bank Indonesia menyalurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp427,1 triliun ke perbankan hingga minggu… Read More

5 hours ago

BNI Berangkatkan 7.000 Pemudik dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026

Poin Penting Bank Negara Indonesia (BNI) memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik dalam Program Mudik Gratis… Read More

5 hours ago

Sambut Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Bank Raya Imbau Masyarakat Cermat Bertransaksi

Poin Penting Bank Raya memastikan layanan digital tetap optimal selama libur Hari Raya Nyepi 2026… Read More

5 hours ago