Manado–Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memang tidak ada habisnya dan terus mengalami perkembangan tanpa batas. Perkembangan teknologi ini mendorong munculnya pelaku usaha berbasis teknologi atau startup, tak terkecuali untuk pengembang aplikasi dan game.
Semakin mudahnya akses internet menciptakan pasar bagi industri aplikasi dan game, yang dalam hal ini tergolong sebagai ekonomi kreatif. Kehadiran smartphone semakin memperbesar peluang bisnis bagi para pelaku usaha aplikasi dan game. Khusus untuk game, tercatat pada 2014 industri game di Indonesia bernilai Rp2,3 triliun dan setiap tahun terdapat 100 game baru dibuat oleh para pengembang permainan tersebut. Pada 2015 pendapatan pasar game di Indonesia diestimasi mencapai USD321 juta.
Baca juga: Berharap Pertumbuhan dari Ekonomi Kreatif
Perkembangan teknologi aplikasi, game, dan web inilah yang harus diikuti oleh bangsa yang memiliki pasar yang tinggi dalam industri game dan aplikasi digital. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pun melihat potensi tersebut bisa dikembangkan di ekonomi kreatif.
“Kami melihat ini menarik. Perlu dikaji lebih jauh bahwa para pelaku ekonomi kreatif yang didominasi oleh anak muda pasti dapat mengembangkan aplikasi dan game dengan kreatif,” Ujar Hari Sungkari, Deputi Infrastruktur Bekraf pada acara Bekraf Developer Day Sabtu, 25 Febuari 2017 di Hotel Peninsula, Manado. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More