News Update

Berkat Kinerja Positif Produk Ini, KISI Asset Management Raih Penghargaan

Jakarta – Pasar uang diwarnai tren positif di awal 2025. Tren ini didorong stabilitas tingkat suku bunga dan pertumbuhan ekonomi yang solid. Likuiditas di pasar pun meningkat, sehingga investor semakin mencari instrumen investasi yang aman dan stabil.

Reksa dana pasar uang menjadi salah satu pilihan. Kondisi ini juga membuka peluang bagi manajer investasi untuk menghadirkan produk yang bisa memberikan imbal hasil optimal, dengan risiko yang minimal.

Menyikapi tren itu, KISI Asset Management (KISI AM) menerapkan strategi pengelolaan aktif dalam produk KISI Money Market Fund. Strategi produk ini berfokus pada diversifikasi portofolio dan pemilihan instrumen berkualitas tinggi.

Baca juga: Daya Tarik Pasar Modal RI Tinggi, KISI AM Pede AUM Tumbuh hingga Rp4,5 T di 2025

Pendekatan KISI AM ini memungkinkan perusahaan berhasil menjaga stabilitas imbal hasil, dengan return satu tahun mencapai 5,62 persen. Sedangkan dana kelolaan atau Assets Under Management (AUM) tercatat mengalami kenaikan lebih dari 60 persen.

Menurut Irham Gautama, CMO KISI Asset Management, strategi ini menjadi bukti adaptabilitas KISI AM dalam menghadapi dinamika pasar.

Baca juga: Bahana TCW Luncurkan Reksa Dana Indeks Bahana ETF Pefindo I-Grade, Ini Keuntungannya

“Keberhasilan produk KISI Money Market yang mencatat kinerja 5.62 persen dalam satu tahun dan kenaikan AUM lebih dari 60 persen semakin memantapkan posisi kami sebagai manajer investasi unggulan. Kami akan terus meningkatkan kinerja serta menghadirkan solusi investasi terbaik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Irham dikutip Rabu, 5 Maret 2025.

Performa KISI Money Market juga mendapat pengakuan dengan meraih lima penghargaan di dua ajang, yakni Anugerah Manajer Investasi 2025 dan Best Mutual Fund Awards 2025.

Pengakuan ini sekaligus menegaskan posisi posisi KISI Asset Management sebagai salah satu manajer investasi terbaik dalam kategori pasar uang dengan dana kelolaan di atas Rp1 triliun. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

2 hours ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More

2 hours ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

2 hours ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

2 hours ago

Cara Amartha Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa

Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More

2 hours ago

CCTV Tol Bisa Dipantau Real-Time di Travoy, Jasa Marga Bantu Pemudik Pilih Rute Terbaik

Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More

2 hours ago