Otomotif

Berkat Fitur Ini, Berkendara Mitsubishi XForce jadi Lebih Tenang Melibas Jalanan di Musim Hujan

Jakarta – Belum lama ini, viral sebuah video di media sosial yang menampilkan sebuah mobil terbelah dua usai menabrak baliho di Padang, Sumatra Barat. Dari rekaman video yang beredar, jalanan saat itu tengah diguyur hujan. Muncul dugaan mobil tersebut mengalami aquaplaning.

Ya, hujan memang membuat jalanan cenderung licin dan menimbulkan genangan. Ini sangat berbahaya bagi para pengemudi kendaraan, karena membuat mobil sulit dikendalikan dan bisa berujung pada kecelakaan.

Untuk menghindari hal tersebut, para pengemudi ada baiknya mengaktifkan fitur mode kendaraan mobil yang disesuaikan dengan kondisi jalan, terutama saat jalan basah atau diguyur hujan.

Baca juga: Mitsubishi XForce Buatan Bekasi Mulai Diekspor pada Februari 2024, Targetnya 3.500 Unit per Bulan

Seperti yang terdapat pada mobil lansiran teranyar Mitsubishi Indonesia, yakni Mitsubihsi XForce. Mobil yang diproduksi di dalam negeri ini, memiliki empat pilihan mode berkendaran yang bisa dipilih hanya dengan menekan tombol pada konsol tengah, tepanya di sebelah tuas transmisi.

Pilihan mode berkendaran tersebut akan tampil pada layar di dasbor sehingga memudahkan pengemudi memantaunya.

Keempat mode berkendara Mitsubihsi XForce tersebut adalah Normal, Wet, Gravel, dan Mud. Sesuai namanya, Normal untuk medan jalan yang umum, Wet untuk situasi hujan atau basah, Gravel untuk kondisi tanah atau kerikil, dan Mud untuk lumpur.

M Arif Dwiyanto Head of Technical Sales Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menjelaskan pilihan Wet mode pada Mitsubishi XForce berbeda dengan Gravel dan Mud mode.

“Karena kondisi mud dan gravel itu lebih licin lagi dibanding wet, jadi settingnya berbeda. Wet traction control dioptimalkan sedangkan repsons pedal gas dibuat lebih setingkjar dari normal,” ungkap Arif dikutip Sabtu, 13 Januari 2024.

Untuk cara kerja keempat mode berkendara ini, kata Arif, melihatkan pengaturan mesin, transmisi, rem, dan power steering, yang kemudian terintegrasi dengan kontrol traksi, kontrol stabilitas, dan Active Yaw Control (AYC).

Jadi, dengan Wet mode, traksi pada keempat roda Mitsubishi XForce diklaim akan terasa lebih lengket ke permukaan aspal meski sedang turun hujan dan permukaan jalan basah.

Baca juga: Daftar Harga Mobil Listrik China yang Dijual di RI per Januari 2024, Mulai dari Rp180 Jutaan

Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia menambahkan, empat drive mode yang ada di Mitsubishi XForce tak memiliki hubungan sama sekali dengan transmisi.

“Tapi berhubungan dengan steering throttle control, sama AYC, dan satu lagi rem. Itu semua akan terkalibrasi untuk tindakan preventif yang kita lewati di jalan mana pun,” jelasnya.

Keempat mode berkendara tersebut memang hanya disematkan pada Mitsubishi XForce varian tertinggi, Ultimate CVT. Menurut situs resmi Mitsubishi, harga XForce varian ini dibanderol Rp412,9 juta.

Adapun varian kedua adalah Mitsubishi XForce Exceed CVT. Harganya dibanderol Rp379,9 juta on the road DKI Jakarta. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

15 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

1 hour ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

3 hours ago