Ekonomi dan Bisnis

Berkat Dukungan LPEI, Madu Pelawan Buatan Zaiwan Raup Omzet Jutaan Rupiah

Poin Penting

  • Madu Pelawan Bangka tembus pasar internasional berkat keunikan rasa pahit, warna gelap, dan nutrisi tinggi, dengan harga hingga Rp1,5 juta per kilogram untuk grade A
  • Memberi dampak ekonomi nyata bagi desa, melibatkan 125 petani dengan pendapatan sekitar Rp5–6 juta per bulan dan produksi mencapai 200–600 botol madu per bulan
  • Didukung Indonesia Eximbank (LPEI) melalui Trade Expo Indonesia 2025, Madu Pelawan dan produk turunannya (teh daun Pelawan) berhasil diekspor.

Jakarta – Muhammad Zaiwan, tokoh penggerak sekaligus Kepala Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah sukses mengantarkan Madu Pelawan, produk unggulan berbasis hutan lestari menembus pasar internasional.

Madu pahit khas yang dihasilkan lebah liar dari bunga Pohon Pelawan ini begitu diminati pasar global lantaran memiliki karakter unik, yaitu warna gelap, rasa pahit, dan kandungan nutrisi tinggi sehingga menjadikannya berbeda dari madu pada umumnya.

Menurut Zaiwan, saat ini Madu Pelawan telah memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Madu grade A dipasarkan hingga Rp1,5 juta per kilogram. 

Sementara grade B sekitar Rp750 ribu per kilogram. Pengembangan komoditas ini telah melibatkan 125 petani dan pencari madu di Desa Namang.

Baca juga: Pesan Purbaya untuk Ketua dan Anggota Dewan Direksi LPEI yang Baru Dilantik

Zaiwan bersama masyarakat desa pun  mampu memproduksi sekitar 200 botol madu per bulan, bahkan meningkat hingga 600 botol pada momen tertentu, seperti hari libur, hari raya nasional, maupun apabila ada kunjungan pemerintah. 

Dari sisi pendapatan, masyarakat memperoleh penghasilan sekitar Rp5–6 juta per bulan, di mana setiap petani mampu menghasilkan antara 60 hingga 90 botol madu.

Kesuksesan Zaiwan memproduksi Madu Pelawan Bangka tak didapat secara instan.  Sebab, untuk menghasilkan madu pelawan yang lebih berkualitas dan berdaya saing dengan terus melakukan berbagai usaha agar berkembang, salah satunya melalui dukungan Pemerintah dalam hal ini Indonesia Eximbank/ Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk memperluas pasar produk madu pelawan ini ke Mancanegara.

Baca juga: LPEI Cetak Laba Bersih Rp101 Miliar di Semester I-2025, Ini Penopangnya

Melalui Indonesia Eximbank, produk Madu Hutan Pelawan mendapat kesempatan untuk mengikuti Pameran Trade Expo Indonesia pada tahun 2025 untuk memperkenalkan produk mereka kepada calon buyer luar negeri. 

“Kesempatan yang diberikan LPEI menjadi momentum besar bagi kami untuk memperkenalkan Madu Hutan Pelawan ke pasar global dan membuktikan bahwa produk desa juga mampu bersaing di tingkat dunia, ” ujarnya, dikutip Senin, 19 Januari 2026.

Kini, Madu Pelawan tidak hanya diminati wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Hutan Pelawan, tetapi juga telah diekspor ke berbagai negara. 

Bahkan produk turunan berupa teh daun Pelawan berhasil menembus pasar Jepang. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan hutan lestari dengan prinsip ESG dan ekonomi berkelanjutan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat desa sekaligus menjaga kelestarian alam. (*)

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

PLN Catat Pertumbuhan SPKLU Sepanjang 44 Persen di 2025

Poin Penting PLN mencatat pertumbuhan SPKLU 44 persen sepanjang 2025, dengan total 4.655 unit yang… Read More

7 hours ago

Bank Mandiri Perkuat Ekosistem PMI dan Diaspora Lewat Mandiri Sahabatku 2026

Poin Penting Bank Mandiri mengakselerasi ekonomi kerakyatan PMI & diaspora melalui Mandiri Sahabatku 2026 yang… Read More

8 hours ago

Prabowo Sebut Kampung Haji di Makkah jadi Kehormatan bagi Indonesia

Poin Penting Prabowo menegaskan pembangunan Kampung Haji di Makkah merupakan kehormatan besar bagi Indonesia, karena… Read More

9 hours ago

BEI Ungkap 5 Saham Penyebab IHSG Turun Tajam Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 4,73 persen sepanjang periode 2-6 Februari 2026 dan ditutup di level… Read More

12 hours ago

Genjot Pertumbuhan Bisnis, Indospring (INDS) Perluas Ekspor ke Timur Tengah

Poin Penting Indospring membidik kawasan tersebut karena karakteristik pasar, khususnya dominasi truk Jepang, dinilai serupa… Read More

12 hours ago

BSN Fokus Dorong Ekosistem Perumahan Syariah, Developer Jadi Mitra Kunci Pertumbuhan

Poin Penting BSN menggelar Developer Gathering 2026 di empat kota sebagai langkah strategis menjadikan developer… Read More

13 hours ago