Jakarta – Krom Bank Indonesia berkolaborasi dengan TCare Foundation menggelar kegiatan Corporate Sosial Responsibility (CSR) bertajuk “Berbagi Kebahagiaan Ramadan 2025” di Jakarta dan Bandung.
Direktur Krom Bank Indonesia Tbk, Laniwati Tjandra mengatakan kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan kepada masyarakat khususnya bagi warga sekitar dengan membagikan ratusan paket sembako dan paket Iftar. Kegiatan sosial ini juga dilakukan secara konsisten sebagai wujud perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang positif.
“Kami berkomitmen akan terus melakukan kegiatan kegiatan sosial ke depannya, ini merupakan wujud nyata dari kehadiran perusahaan bagi masyarakat, khususnya masyarakat sekitar” pungkas Laniwati Tjandra dikutip 21 Maret 2025.
Baca juga: Krom Bank Sebut 3 Tantangan Besar bagi Industri Perbankan Digital di 2025
Dia melanjutkan, Krom Bank juga berkomitmen bahwa kegiatan berbagi berkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang secara aktif berperan serta akan dilakukan secara konsisten diberbagai daerah di Indonesia.
“Dalam momentum Ramadan 2025 ini, kami menyelenggarakan kegiatan ini di dua titik, yaitu di Kota Jakarta dan Kota Bandung. Ke depannya kami ingin memperluas cakupan di luar-luar daerah dan tidak berfokus di Jabodetabek saja agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tutupnya.
Sementara dari sisi kinerja, Krom Bank mencatatkan laba bersih Rp107,13 miliar, atau naik sebesar 9,54 persen secara tahunan (yoy).
Selain itu, pertumbuhan positif terlihat dari lonjakan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 541 persen year-to-date (ytd), dari Rp347,5 miliar pada Desember 2023 menjadi Rp2,22 triliun pada September 2024.
Baca juga: Momentum Ramadhan, Bank Mega Bagikan Paket Sembako
Dari sisi total aset, Krom Bank mencatatkan peningkatan sebesar 56,48 persen ytd, dari Rp3,63 triliun pada Desember 2023 menjadi Rp5,69 triliun pada September 2024.
Peningkatan total aset ini didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang melonjak 113,89 persen, dari Rp1,68 triliun pada Desember 2023 menjadi Rp3,25 triliun pada September 2024. (*)
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More