Survei Modalku: Potensi Layanan Digital bagi UMKM masih Positif

Survei Modalku: Potensi Layanan Digital bagi UMKM masih Positif

Jakarta – Modalku sebagai perusahaan financial technology (fintech) terpilih terus berkomitmen dalam mendukung perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, termasuk bisnis pengusaha online. Untuk itu, Modalku mengadakan survei terhadap 200 pengusaha online di Indonesia dengan metode kuantitatif.

Co-Founder & COO Modalku Iwan Kurniawan mengungkapkan bahwa potensi layanan digital di Indonesia masih menunjukkan tren yang positif. Menurutnya, dengan keharusan untuk physical distancing, semakin banyak masyarakat yang melakukan aktivitas utamanya melalui platform digital, termasuk transaksi jual beli barang. 

“Modalku melihat peningkatan penggunaan layanan digital ini harus diimbangi dengan akses pendanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pengusaha online,” ujar Iwan pada diskusi digital di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020.

Hasil survei menunjukkan, platform digital yang digunakan oleh pengusaha online dalam menjalankan usahanya didominasi oleh platform e-commerce seperti Shopee (77,5%) dan Tokopedia (70,5%), serta aplikasi pesan seperti Whatsapp dan Line (62%).

Kemudian, permasalahan usaha yang ingin diselesaikan dengan mendapatkan pinjaman modal adalah untuk meningkatkan stok barang (63,5%), mencoba peluang usaha baru (57,5%), dan melakukan pemasaran online (49,5%). Sekitar 70% dari responden sudah merasa nyaman untuk mengajukan pinjaman secara online.

Pada kesempatan yang sama, Alexander Christian selaku Digital Marketing Director menambahkan bahwa jumlah pengusaha online di Indonesia menunjukkan peningkatan yang pesat terutama di masa pandemi ini. Ia juga menyebutkan beberapa hal menarik yang bisa ditemukan dari survei ini.

“Salah satu hal menarik dari hasil survei ini adalah beragamnya platform yang digunakan oleh pengusaha online dalam berjualan. Seringkali segmen ini terkendala mendapatkan akses pendanaan karena tidak memiliki agunan, padahal mereka adalah bagian dari sektor yang menggerakkan ekonomi digital di Indonesia,” ucap Alexander.

Modalku berharap survei ini dapat menjadi salah satu landasan untuk memperluas segmen bisnis perseroan. Sehingga, Modalku dapat lebih maksimal dalam memberikan dukungan kepada pengusaha online yang berjualan di berbagai platform.

Sebagai informasi per tahun 2019, sebanyak 15,08% dari jumlah pengusaha di Indonesia merupakan pengusaha online dan selama pandemi terdapat peningkatan jumlah hingga lebih dari 300 ribu pengusaha online. Sebelumnya, Modalku juga telah bekerja sama dengan berbagai platform e-commerce untuk menyediakan fasilitas pinjaman terhadap merchant online.

Pengusaha online bisa mendapatkan pinjaman tanpa agunan hingga Rp250 juta dengan jangka waktu sampai 12 bulan. Bunga pinjaman yang dikenakan juga rendah, dimulai dari 2% per bulan atau 24% per tahun yang akan ditentukan berdasarkan profil risiko dari masing-masing penjual dengan proses persetujuan cepat maksimal 3 hari kerja setelah dokumen dilengkapi.

Saat ini, Modalku sudah menyediakan fasilitas pinjaman ke pengusaha online yang berjualan di banyak platform, termasuk e-commerce, media sosial (Instagram, Facebook, dan lainnya), aplikasi pesan (Whatsapp, Line, dan lainnya), serta platform digital lainnya (website milik sendiri, aplikasi pemesanan makanan, dan lainnya). (*) Evan Yulian Philaret

Leave a Reply

Your email address will not be published.