Jakarta–Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan akan melanjutkan tren penguatan jangka pendek, setelah meredanya aksi jual yang telah menekan laju indeks di perdagangan pekan kemarin.
Menurut analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko, meredanya aksi jual sepekan lalu akhirnya menahan proses penurunan IHSG.
“Sehingga, momentum positif kembali ke pasar dan kaum banteng bisa mendorong kenaikan IHSG untuk breakout dari level resisten 5.920 dan mencetak daerah baru ke depan,” kata Yuganur di Jakarta, Selasa, 12 September 2017.
Dengan demikian, jelas dia, adanya peluang kenaikan lanjutan pada laju IHSG di perdagangan hari ini perlu disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi empat saham berikut ini:
1. BNLI dengan target trading di kisaran Rp745-Rp790.
Secara teknikal, pola perbaikan tren jangka pendek dan menengah pada emiten perbankan ini membuatnya menarik untuk diakumulasi, melihat kinerja ekspektasi earnings ke depan di 2017 ada pada skenario kenaikan menuju resisten psikologis di kisaran Rp745-Rp790.
2. ASII dengan target trading di kisaran Rp8.250-Rp8.450.
Pola perbaikan momentum dalam tren jangka pendek dan menengah pada emiten berkapitalisasi besar ini dapat digunakan sebagai peluang trading mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya menuju resisten psikologis di kisaran Rp8.750-Rp9.050.
3. PTBA dengan target trading di kisaran Rp12.950-Rp13.650.
Harga minyak mentah dunia yang berada pada level terendah sejak sepuluh tahun terakhir dan valuasi sektor yang cukup murah, membuat emiten pertambangan ini menarik untuk diakumulasi secara jangka menengah pada kisaran Rp12.950-Rp13.650.
4. PPRO dengan target trading di kisaran Rp240-Rp290.
Pola perbaikan momentum dalam tren jangka pendek dan menengah pada emiten properti ini dapat digunakan sebagai peluang trading mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya menuju resisten psikologis di kisaran Rp240-Rp290. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More