Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat.
Analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko, mengatakan, meredanya aksi jual dan mulai adanya aksi beli membuat range pergerakan IHSG pada pekan ini naik kelas di posisi 5.810-5.920 dari pekan sebelumnya di kisaran 5.745-5.810.
“Sehingga, hal ini menandakan bahwa momentum positif telah kembali ke pasar untuk mengubah arah medium term trend menjadi strong positive,” kata Yuganur di Jakarta, Kamis, 14 September 2017.
Dengan demikian, jelas dia, adanya peluang pembalikan arah menguat pada laju IHSG di perdagangan hari ini mesti disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi empat saham berikut ini:
1. BBTN dengan target trading di kisaran Rp3.180-Rp3.280.
Secara teknikal, pola perbaikan tren jangka pendek dan menengah pada emiten perbankan ini membuatnya menarik untuk diakumulasi, melihat kinerja ekspektasi earnings ke depan di 2017 ada pada skenario kenaikan menuju resisten psikologis di kisaran Rp3.180-Rp3.000.
2. TLKM dengan target trading di kisaran Rp4.940-Rp5.040.
Pola perbaikan momentum dalam tren jangka pendek dan menengah pada emiten berkapitalisasi besar ini dapat digunakan sebagai peluang trading mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya menuju resisten psikologis di kisaran Rp4.940-Rp5.040.
3. LSIP dengan target trading di kisaran Rp1.510-Rp1.610.
Harga minyak mentah dunia yang berada pada level terendah sejak sepuluh tahun terakhir dan valuasi sektor yang cukup murah, membuat emiten minyak sawit ini menarik untuk diakumulasi secara jangka menengah pada kisaran Rp1.510-Rp1.610.
3. ASRI dengan target trading di kisaran Rp360-Rp380.
Pola perbaikan momentum dalam tren jangka pendek dan menengah pada emiten properti ini dapat digunakan sebagai peluang trading mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya menuju resisten psikologis di kisaran Rp360-Rp380. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting BEI lakukan suspensi sementara perdagangan efek terhadap emiten yang belum memenuhi ketentuan free… Read More
Poin Penting IHSG babak belur di sesi I, anjlok 5,31 persen ke level 7.887,16, seiring… Read More
Poin Penting Januari 2026 terjadi deflasi 0,15 persen (mtm), dengan IHK turun menjadi 109,75, berbalik… Read More
Poin Penting Neraca perdagangan Indonesia Desember 2025 mencatat surplus USD2,51 miliar, memperpanjang rekor surplus menjadi… Read More
Poin Penting BPS mencatat impor Indonesia Januari-Desember 2025 naik 2,83% menjadi USD241,86 miliar. Impor barang… Read More
Poin Penting AEI mendukung penuh agenda reformasi pasar modal pemerintah untuk memperkuat struktur, kredibilitas, dan… Read More