Jakarta — Dalam membantu nasabah mengantisipasi dampak perubahan ekonomi khususnya kondisi pasar dan mengoptimalkan investasi, Bank Commonwealth mengeluarkan inovasi terbarunya di awal tahun ini dengan meluncurkan aplikasi “CommBank SmartWealth” yang merupakan aplikasi yang berfokus pada solusi wealth management secara komprehensif.
Dalam aplikasi baru tersebut telah dilengkapi dengan fitur robo-advisory yang memberikan rekomendasi alokasi aset investasi untuk membantu mengoptimalkan investasi nasabah sesuai dengan profil risikonya di mana saja dan kapan saja.
Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya mengatakan‚ setelah pasar Indonesia pada 2018 terimbas negatif oleh sentimen global, seperti kenaikan suku bunga acuan AS dan friksi perang dagang antara AS dan Tiongkok.
“Pada tahun 2019 diperkirakan kondisinya akan Iebih baik, didukung oleh sikap The Fed yang melunak dalam menaikkan suku bunga secara agresif pada tahun ini dan harapan membaiknya hubungan perdagangan antara AS dan Tiongkok setelah pertemuan di G20. Namun, tantangan yang akan dihadapi adalah kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang dapat mempengaruhi kebijakan ekonomi setiap negara termasuk Indonesia,” kata Ivan di Jakarta, Kamis 17 Januari 2019.
Sementara CEO Schroders Indonesia, Michael Tjoajadi menjelaskan perekonomian global di tahun 2018 cukup bergejolak dan penuh ketidakpastian, kondisi tersebut diprediksi akan terus berlanjut di tahun 2019.
“Di tahun 2019, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap positif didukung oleh pemulihan daya beli domestik,” kata Michael.
Ivan menjelaskan Iebih Ianjut‚ di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, Bank Commonwealth meluncurkan aplikasi CommBank SmartWealth yang memudahkan nasabah memonitor pertumbuhan seluruh portofolio produk wealth management yang mencakup produk investasi seperti reksadana dan obligasi (bonds), asuransi (bancassurance), dan tabungan serta deposito kapan saja dan di mana saja.
CommBank SmartWealth juga memberikan notifikasi berita perkembangan pasar domestik dan global secara reguler dan fitur messaging untuk berkomunikasi dengan relationship manager. (*)
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More