Poin Penting
- REAL berbalik untung pada kuartal II 2026 dengan membukukan laba bersih Rp2,5 miliar, setelah sebelumnya mencatat rugi Rp2,5 miliar di kuartal I 2026
- Pendapatan REAL melonjak 211,6 persen secara kuartalan, mendorong EBITDA berbalik positif menjadi Rp2,4 miliar dan free cash flow naik ke Rp3,56 miliar
- Struktur permodalan tetap kuat dengan DER hanya 0,006 kali, memberikan ruang bagi REAL untuk melakukan ekspansi seiring membaiknya fundamental bisnis.
Jakarta – Emiten properti PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) membukukan perbaikan kinerja di kuartal II 2026. Perseroan berhasil membalikkan keadaan dari rugi bersih Rp2,5 miliar di kuartal sebelumnya menjadi laba Rp2,5 miliar per Juni 2026.
Di samping laba bersih, sejumlah indikator keuangan lainnya juga menunjukkan peningkatan signifikan. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA yang di kuartal I 2026 berada di posisi negatif Rp1,3 miliar, berbalik menjadi positif Rp2,4 miliar di kuartal II 2026.
Peningkatan kinerja itu disebut ditopang pertumbuhan pendapatan yang meroket 211,6 persen secara kuartalan. Kenaikan ini juga merefleksikan keberhasilan strategi perseroan dalam mempercepat pemulihan bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional.
Baca juga: BI: Kredit Properti Tumbuh 17,6 Persen Jadi Rp1.713,2 Triliun pada Juni 2026
Menurut Research Analyst Semesta Indovest Sekuritas, Nicholas Dharmawan, pertumbuhan pendapatan menjadi indikator awal yang menunjukkan akselerasi bisnis perusahaan. Kenaikan itu menunjukkan
“Yang menarik, kenaikan revenue tersebut juga diikuti perbaikan margin sehingga perusahaan mampu membukukan EBITDA dan laba bersih positif. Artinya, pertumbuhan yang terjadi bukan sekadar peningkatan penjualan, tetapi juga mencerminkan peningkatan kualitas operasional perusahaan,” kata Nicholas, dalam keterangan resmi, Senin, 3 Agustus 2026.
Dari sisi arus kas juga menunjukkan perbaikan. Free cash flow meningkat dari negatif Rp3,07 miliar pada kuartal I menjadi positif Rp3,56 miliar pada kuartal II 2026.
Nicholas menyebut, kombinasi pertumbuhan pendapatan dan free cash flow positif menjadi sinyal bahwa pemulihan bisnis mulai berjalan lebih sehat. Investor pada umumnya memang tidak hanya melihat seberapa besar pertumbuhan revenue, tapi juga apakah kenaikan itu mampu menggenerate laba dan kas.
“Pada kuartal II ini, REAL menunjukkan keduanya sehingga memberikan sinyal positif terhadap fundamental perusahaan apabila tren tersebut dapat dipertahankan,” tegasnya.
Baca juga: Demand Properti Lesu di Semester I 2026, Pinhome Beberkan Pemicunya
Sementara, dari sisi neraca, REAL juga mempertahankan struktur permodalan yang konservatif dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) hanya 0,006 kali.
Kondisi tersebut mencerminkan bahwa perseroanmasih mempunyai ruang yang besar untuk melakukan ekspansi di masa mendatang.
Perbaikan kinerja di kinerja kuartal II 2026 menjadi indikasi bahwa REAL mulai memasuki fase pertumbuhan baru. Peningkatan revenue perseroan juga berhasil diterjemahkan menjadi kinerja operasional yang lebih sehat dan berkelanjutan. (*) Ari Astriawan


