Ilustrasi: Pergerakan saham BRIS. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini ditutup menghijau sebesar 11,90 poin atau kembali menguat 0,18% ke level 6641,83 dari dibuka di level 6629,93 pada pembukaan perdagangan hari ini (13/1).
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 268 saham terkoreksi, 250 saham menguat, dan 196 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 20,6 miliar saham diperdagangkan dengan 1,05 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp10,2 triliun.
Meski begitu, pada perdagangan hari ini terlihat beberapa indeks justru berada di zona merah, seperti IDX30 melemah 0,04% menjadi 471,05, LQ45 melemah 0,02% menjadi 905,49, SRI-KEHATI melemah 0,42% menjadi 398,88, dan JII melemah 0,15% menjadi 578,08.
Hanya beberapa sektor yang mengalami pelemahan diantaranya, sektor infrastruktur melemah 0,57%, sektor industrial melemah 0,42%, sektor siklikal melemah 0,43%, dan sektor keuangan melemah 0,28%.
Sedangkan sektor lainnya menguat diantaranya sektor teknologi menguat 1,83%, sektor energi menguat 1,69%, sektor bahan baku menguat 0,65%, sektor transportasi menguat 0,45%, sektor kesehatan menguat 0,44%, sektor properti menguat 0,05%, dan sektor non siklikal menguat 0,04%.
Sederet saham top gainers diantaranya adalah PT PAM Mineral Tbk (NICL), PT Pelayanan National Bina Buana Raya Tbk (BBRM), dan PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS).
Sedangkan saham top losers adalah PT Mitra Tirta Buwana Tbk (SOUL), PT Lavender Bina Cendikia Tbk (BMBL), dan PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dan PT PAM Mineral Tbk (NICL). (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More