Market Update

Bergerak Fluktuatif, IHSG Sesi I Kembali Ditutup Melemah 0,29 Persen

Poin Penting

  • IHSG sesi I turun 0,29 persen ke level 6.989,42 setelah bergerak fluktuatif.
  • Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor industrial yang turun 2,12 persen.
  • Nilai transaksi mencapai Rp7,23 triliun dengan 371 saham terkoreksi.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Selasa (7/4), ditutup berbalik turun ke level 6.989,42 atau melemah 0,29 persen dari dibuka pada posisi 6.989,42, setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 17,42 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan 1,12 juta kali, dan nilai transaksi mencapai Rp7,23 triliun.

Kemudian, 371 saham terkoreksi, 261 saham menguat, dan 174 saham tetap stagnan.

Baca juga: IHSG Dibuka Rebound, Balik Lagi ke Level 7.000

Sementara itu, mayoritas sektor juga terpantau bergerak melemah, dipimpin sektor industrial yang turun 2,12 persen. Sektor lain yang ikut terkoreksi antara lain non-siklikal (-1,04 persen), kesehatan (-0,76 persen), dan siklikal (-0,70 persen).

Selain itu, sektor transportasi turun 0,61 persen, teknologi melemah 0,54 persen, bahan baku terkoreksi 0,48 persen, dan sektor properti turun 0,44 persen.

Baca juga: IHSG Masih Ditutup Melemah 0,53 Persen ke Level 6.989, Mayoritas Sektor Merah

Di tengah pelemahan, beberapa sektor masih mencatatkan penguatan, yakni energi naik 0,72 persen, infrastruktur menguat 0,38 persen, dan keuangan bertambah 0,32 persen.

Meski demikian, indeks-indeks bursa Asia mayoritas menguat, dengan Nikkei 225 Index Tokyo naik 0,01 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai meningkat 0,05 persen. Sedangkan, Hang Seng Index turun 0,70 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Komisi IX Desak Perlindungan 19 Juta Pekerja Miskin Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Poin Penting Sekitar 19 juta pekerja miskin belum terjangkau jaminan sosial ketenagakerjaan. DPR dorong percepatan… Read More

49 seconds ago

Penyaluran KUR Syariah BSI Tembus Rp1,65 Triliun di Februari 2026

Poin Penting Penyaluran KUR Syariah PT Bank Syariah Indonesia Tbk mencapai Rp1,65 triliun hingga Februari… Read More

5 mins ago

Ramadan 2026 Dongkrak Transaksi PayLater Kredivo hingga 27 Persen

Poin Penting Volume transaksi PayLater Kredivo naik 27% YoY, nilai transaksi meningkat 26% selama Ramadan… Read More

20 mins ago

Menhub Beberkan Alasan Jaga Tarif Pesawat demi Daya Beli dan Industri

Poin Penting: Pemerintah menjaga tarif pesawat agar tetap seimbang antara daya beli masyarakat dan keberlanjutan… Read More

38 mins ago

OJK Cabut Izin Usaha 6 BPR Sepanjang Kuartal I 2026, Ini Daftarnya

Poin Penting OJK mencabut izin usaha 6 BPR sepanjang kuartal I 2026. Langkah ini dilakukan… Read More

44 mins ago

Kemendagri Jamin Keberlanjutan PPPK, Belanja Pegawai Tetap Ideal

Poin Penting: Kemendagri menjamin keberlanjutan PPPK dengan memastikan anggaran dan belanja pegawai tetap terkendali. Alokasi… Read More

59 mins ago