Market Update

Bergerak Fluktuatif, IHSG Ditutup Melemah 0,26 Persen ke Level 6.998

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini kembali ditutup terkoreksi ke zona merah pada level 6998,38 atau melemah 0,26 persen dari dibuka pada level 7016,98 pada pembukaan perdagangan hari ini (25/9). 

Berdasarkan statistik RTI Business, IHSG hari ini tercatat sebanyak 284 saham terkoreksi, 241 saham menguat, dan 235 saham tetap tidak berubah.

Sebanyak 39,32 miliar saham diperdagangkan dengan 1,26 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp11,98 triliun. 

Baca juga: Permudah Investor Analisa IPO, BEI Luncurkan IDX New Listing Information

Kemudian, seluruh indeks kompak mengalami pelemahan seperti IDX30 melemah 0,54 persen menjadi 497,90, LQ45 melemah 0,57 persen menjadi 962,60, JII melemah 0,64 persen menjadi 572,68, dan Sri-Kehati melemah sebesar 0,46 persen menjadi 440,92.

Lalu, hanya sebagian kecil sektor yang mengalami penguatan, di antaranya adalah sektor non-siklikal menguat 0,49 persen, sektor energi menguat 0,46 persen, sektor kesehatan menguat 0,32 persen, sektor industrial menguat 0,18 persen, dan sektor bahan baku menguat 0,74 persen.

Sementara itu, sektor lainnya mengalami pelemahan, diantaranya adalah sektor infrastruktur melemah 1,13 persen, sektor teknologi melemah 0,88 persen, dan sektor transportasi melemah 0,58 persen.

Ada juga sektor siklikal yang melemah 0,56 persen, sektor properti melemah 0,19 persen, dan sektor keuangan melemah 0,10 persen.

Baca juga: MAMI Sebut Pasar Saham Masih Atraktif, Ini Buktinya

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Golden Flower Tbk (POLU), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), dan PT Gozco Plantations Tbk (GZCO). Sedangkan saham top losers adalah PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP), PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), dan PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), dan PT MD Pictures Tbk (FILM). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

58 mins ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

5 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

5 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

5 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

6 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

6 hours ago