Market Update

Bergerak Flat, IHSG Sesi I Ditutup pada Zona Merah

Poin Penting

  • IHSG sesi I ditutup flat melemah di level 8.884,62 pada sesi I perdagangan 13 Januari, meski sempat menguat di awal sesi.
  • Tercatat 39,44 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp19,31 triliun; sebanyak 313 saham melemah, 359 menguat, dan 132 stagnan.
  • Mayoritas sektor menguat, Asia positif – sektor industrial memimpin penguatan (+2,53 persen), sementara sektor siklikal dan energi melemah

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (13/1) ditutup flat melemah pada level 8.884,62, padahal sebelumnya IHSG mampu menguat hingga posisi 8.884,62.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 39,44 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,36 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp19,31 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 313 saham terkoreksi, 359 saham menguat, dan 132 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG
Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?

Selanjutnya, mayoritas sektor masih mampu ditutup menguat. Di antaranya sektor industrial naik 2,53 persen, sektor bahan baku meningkat 1,02 persen, sektor non-siklikal menguat 0,65 persen, sektor properti naik 0,42 persen, sektor keuangan meningkat 0,33 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,29 persen.

Sedangkan, sektor sisanya mengalami pelemahan. Ini tercermin dari sektor siklikal turun 1,90 persen, sektor energi -1,18 persen, sektor transportasi -0,66 persen, sektor infrastruktur -0,21 persen, dan sektor teknologi -0,08 persen. 

Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas menguat, dengan Nikkei 225 Index Tokyo naik 3,31 persen dan Hang Seng Index menguat 1,10 persen. Sedangkan, Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,03 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

3 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

9 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

9 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

11 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

21 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

21 hours ago