Ilustrasi: Kantor Bank Aladin Syariah. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin) membukukan kinerja keuangan yang positif sepanjang semester I tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2025, Bank Aladin mencatatkan laba bersih sebesar Rp83,12 miliar, berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang membukukan rugi bersih sebesar Rp57,6 miliar.
Peningkatan kinerja bank yang dipimpin Koko Tjatur Rachmadi selaku direktur utama ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan penyaluran dana sebesar 48,8 persen secara tahunan (yoy), dari Rp255,3 miliar di Juni 2024 menjadi Rp379,8 miliar pada Juni 2025.
Baca juga: BNI Catat Laba Rp8,57 Triliun per Mei 2025, Kredit Naik 6,57 Persen
Pendapatan berbasis bagi hasil juga meningkat signifikan, mencapai Rp260,2 miliar atau tumbuh lebih dari dua kali lipat dibanding semester I 2024 sebesar Rp120,1 miliar. Pendapatan dari fee dan komisi pun naik tajam dari Rp49,4 miliar menjadi Rp160,8 miliar.
Dari sisi intermediasi, total pembiayaan bagi hasil mencapai Rp4,47 triliun, naik sebesar 9 persen dari Rp4,10 triliun pada akhir tahun 2024.
Adapun Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 14,2 persen menjadi Rp6,18 triliun dibandingkan Rp5,41 triliun pada Desember 2024, didorong oleh peningkatan pada produk tabungan dan deposito mudharabah.
Baca juga: Bank Aladin Syariah Rombak Pengurus, Ini Sususan Terbarunya
Kinerja efisiensi juga menunjukkan perbaikan signifikan. Ini tercermin dari perbaikan rasio BOPO dari 118,75 persen pada Juni 2024 menjadi 85,16 persen di Juni 2025. Penurunan rasio BOPO ini mengindikasikan bahwa perseroan semakin efisien dalam menjalankan aktivitas operasionalnya.
Sedangkan rasio Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 73,27 persen per Juni 2025 dari sebelumnya 136,71 persen di Juni 2024.
Menutup semester I 2025, total aset Bank Aladin per 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp10,35 triliun, naik 10,6 persen dibandingkan akhir tahun lalu sebesar Rp9,36 triliun.
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More