Pekerja sedang melintas di layar perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa, 10 Desember 2024, berbalik melemah ke level 7.419,78 atau turun 0,24 persen dari dibuka pada level 7.437,73.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 11,79 saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 847 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp9,09 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 316 saham terkoreksi, sebanyak 237 saham menguat dan sebanyak 235 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Kembali Dibuka Menghijau pada Level 7.451
Baca juga: BEI Berlakukan 2 Aturan Baru Terkait Saham dan Waran Terstruktur Hari Ini
Lebih lanjut, mayoritas sektor mengalami pelemahan, dengan sektor properti turun 1,04 persen, sektor industrial melemah 0,84 persen, sektor teknologi merosot 0,48 persen, sektor keuangan turun 0,44 persen, sektor kesehatan melemah 0,40 persen, dan sektor infrastruktur merosot 0,03 persen.
Sementara itu, sektor sisanya meningkat, dengan sektor bahan baku naik 0,97 persen, sektor energi meningkat 0,59 persen, sektor transportasi menguat 0,07 persen, sektor non-siklikal naik 0,05 persen, sektor siklikal menguat 0,04 persen.
Baca juga: BEI Himpun Dana Rp10,19 Triliun dari IPO, Masih Ada 24 Perusahaan Antre
Adapun indeks-indeks bursa Asia bergerak menguat, dengan Hang Seng Index Hong Kong mengalami peningkatan 0,05 persen, Shanghai Composite Index Shanghai naik 0,76 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo meningkat 0,41 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More