Poin Penting
- Phintraco memprediksi perdagangan IHSG hari ini berpotensi turun hingga menguji support 5.100 setelah anjlok 4,52 persen ke 5.342,14
- Cadangan devisa Indonesia turun ke USD144,9 miliar pada Mei 2026, terendah sejak Juni 2024
- Penjualan motor Mei 2026 turun 5,1 persen yoy, menandakan daya beli masyarakat mulai melemah.
Jakarta – Manajemen Phintraco Sekuritas memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (9/6) secara teknikal akan menguji level supportn-ya di posisi 5.100.
“Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA200 monthly, sehingga potensi penurunan IHSG lebih lanjut masih berpeluang terbuka secara teknikal. Selanjutnya diperkirakan IHSG berpotensi akan menguji level support di 5.100,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 9 Juni 2026.
Diketahui, IHSG pada perdagangan kemarin (8/6) ditutup melemah pada level 5.342,14 atau turun 4,52 persen, dengan seluruh sektor melemah dan penurunan terbesar pada saham sektor industri.
Lalu, nilai tukar rupiah berlanjut ditutup melemah 0,84 persen di level Rp18.188 per US Dollar.
Phintraco menyoroti, data cadangan devisa Indonesia turun pada level USD144,9 miliar di Mei 2026 dari USD146,2 miliar di April 2026 (8/6). Ini merupakan level terendah sejak Juni 2024.
Baca juga: BEI Catat 5 Saham Ini jadi Pemberat IHSG dalam Sepekan
Penurunan cadangan devisa tersebut terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan rupiah.
Posisi cadangan devisa ini setara dengan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah, masih di atas level benchmark internasional yang sebanyak tiga bulan impor.
“Penurunan cadangan devisa yang terus menerus dapat menurunkan kepercayaan investor dan lembaga rating. Untuk itu pemerintah perlu meningkatkan kepercayaan investor pasar keuangan, mendorong ekspor, mengurangi impor, serta menarik investasi asing,” imbuhnya.
Sentimen Penjualan Motor
Adapun, penjualan sepeda motor turun 5,1 persen yoy menjadi 479.388 unit di Mei 2026, setelah meningkat 28,1 persen yoy di April 2026 (8/6).
Penurunan penjualan tersebut akibat meningkatnya biaya yang membebani pengeluaran konsumen sehingga ada indikasi daya beli masyarakat mulai melemah.
Untuk periode Januari-Mei 2026, penjualan sepeda motor masih naik 0,7 persen ytd mencapai 2,61 juta unit.
Baca juga: RUPST MIDI Sepakat Tebar Dividen Rp396 Miliar, Setara Rp11,85 Per Saham
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan sepeda motor pada tahun ini akan mencapai sekitar 6,4 juta hingga 6,7 juta unit, stabil dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebanyak 6,4 juta unit.
Hingga Mei 2026, penjualan sepeda motor mencapai sekitar 38.96 persen hingga 40,78 persen dari target akhir tahun 2026. Penjualan sepeda motor juga mendapatkan tantangan dari potensi kenaikan suku bunga pembiayaan. (*)
Editor: Galih Pratama


