BNI mulai terapkan teknologi AR dan VR dalam layanan perbankannya/istimewa
Jakarta – Panin Sekuritas menyatakan bahwa perbankan akan menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) lebih besar di 2024 untuk pengembangan sistem teknologi dan informasi seiring semakin berkembangnya digitalisasi di Indonesia.
Analis Panin Sekuritas melihat bahwa dengan meningkatnya capex yang dianggarkan oleh para perbankan tersebut dapat memberikan dampak yang positif bagi kinerja perbankan, seperti meningkatnya fee based income dan mendorong pertumbuhan current account saving account (CASA).
Baca juga: Cegah Serangan Siber, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Capex IT
“Kami melihat peningkatan capex untuk TI akan berimplikasi positif terhadap kinerja perbankan, pasalnya saat ini semua beralih ke arah digital, sehingga peningkatan fitur-fitur aplikasi banking saat ini semakin bervariasi dan menarik bagi nasabah yang tentunya dapat meningkatkan fee based income perbankan dan mendorong pertumbuhan CASA,” tulis Analis Panin Sekuritas dalam Ulasan Pasar, 14 Desember 2023.
Selain berfokus pada pengembangan teknologi, perbankan pun perlu mencermati mitigasi risiko yang semakin baik terkait keamanan digital bagi para nasabahnya agar loyalitas perbankan kepada nasabah terjaga.
Baca juga: Cegah Serangan Siber, CIMB Niaga Anggarkan Capex IT Rp1 Triliun
Adapun, Panin Sekuritas menambahkan bahwa, terdapat beberapa perbankan yang telah menyiapkan anggaran capex lebih tinggi di tahun depan, salah satunya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang telah menganggarkan capex TI sebesar Rp8 triliun di 2023.
“Sementara BBRI (Bank BRI) menyiapkan capex TI lebih besar di tahun depan, di mana capex tahun ini sekitar Rp5 triliun. Capex tersebut untuk peningkatan sistem infrastruktur TI dan penguatan keamanan,” imbuhnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More