Categories: Keuangan

Berangus Model Investasi Ponzi, OJK Dekati MUI

Pendapat Majelis Ulama Indonesia akan investasi dengan skema ponzi yang ditawarkan pihak-pihak tidak jelas diharapkan OJK bisa membantu kewaspadaaan masyarakat. Paulus Yoga

Bandung–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyikapi serius kehadiran Mavrodi Mondial Moneybox (MMM) atau yang juga dikenal dengan Manusia Membantu Manusia dengan skema ponzi.

Aggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S. Soetiono (Titu) menegaskan pihaknya terus memonitor keberadaan MMM dan kegiatan-kegiatan sejenis yang dinilai bisa merugikan masyarakat.

Bahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko investasi dari skema ponzi yang ditawarkan MMM, OJK berniat melakukan pendekatan secara agama. “Kita juga berpikir untuk bilang ke MUI (Majelis Ulama Indonesia),” tukas Titu di Bandung, akhir pekan lalu.

OJK melihat bahwa return investasi yang ditawarkan MMM sangat berlebihan, bahkan jauh dari imbal hasil yang ditawarkan instrumen investasi lainnya yang dikelola lembaga jasa keuangan yang berada di bawah pengawasan OJK.

Banner (alat promosi) kan terbuka itu banyak menawarkan keuntungan tinggi, ini tidak jelas kan generate dari mana tidak ada prospektus bagaimana menjalankan dananya,” tandas Titu.

OJK sendiri telah merilis pernyataan bahwa MMM yang kegiatannya menggerakkan dana masyarakat berpotensi merugikan masyarakat, dengan pertimbangan:

– Kegiatan yang dilakukan menyerupai money game dan ponzi scheme yang sangat berisiko menyebabkan terjadinya kegagalan untuk mengembalikan dana masyarakat;
– Tidak memiliki izin dari instansi yang berwenang, tidak ada kejelasan tentang bentuk badan hukum dan domisili hukum;
– Tidak memiliki struktur organisasi dan penanggungjawab kegiatan;
– Kegiatan menggunakan sarana internet dengan server di luar negeri; dan
– Banyak pertanyaan dan kekhawatiran masyarakat terhadap dana yang digunakan untuk mengikuti kegiatan MMM (disampaikan melalui media sosial dan Financial Customer Care Otoritas Jasa Keuangan (atau FCC OJK). (*)

@bangbulus

Paulus Yoga

Recent Posts

LPEI Bukukan Laba Rp252 Miliar di 2025, Tumbuh 8 Persen

Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More

3 hours ago

PINTU Gandeng Aparat Hukum Perkuat Keamanan Industri Kripto

Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More

4 hours ago

IAI Inisiasi Indonesia Sustainability Reporting Forum, Ignasius Jonan Jadi Ketua

Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More

5 hours ago

Pangsa Kredit UMKM Terus Menyusut, Program Pemerintah Jadi Peluang Tumbuh

Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More

7 hours ago

Sisi Lain Demam AI

Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More

8 hours ago

Industri Melambat, Begini Jurus ACA Jaga Pertumbuhan Premi

Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More

9 hours ago