Kapitalisasi Pasar BRI Capai USD27,23 Miliar
Jakarta – Saat ini pemerintah telah menetapkan masa tanggap darurat bencana Covid-19 hingga 29 Mei 2020 mendatang. Sejalan dengan itu, sejumlah pemerintah daerah telah mengambil sikap untuk menetapkan masa tanggap bencana, seperti Jakarta yang menetapkan tanggap bencana selama 14 hari kalender sejak tanggal 21 Maret 2020.
Menanggapi arahan tersebut, Bank BRI telah menentukan sejumlah langkah terukur dalam penanggulangan dampak bencana Covid-19 ini, yakni dengan mengaktifkan protokol Business Continuity Management (BCM). Salah satu bentuk implementasi BCM ini adalah diaktifkannya pusat komando atau Banking Command Center BRI yang mulai dioperasikan sejak awal Maret 2020
“Kami akan terus mengkordinasikan berbagai dampak yang mungkin timbul, meliputi pertimbangan kebijakan-kebijakan (policy) terkait hubungan dengan nasabah, operasional bisnis, serta pengelolaan human capital. Kami ingin semua aspek dapat diamankan dan kami yakin kita semua mampu melewati semua ini,” ujar Corporate Secretary Bank BRI Amam Sukriyanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 22 Maret 2020.
Amam juga mengatakan, operasional pusat komando ini rencananya akan beroperasi selama 24 jam mengikuti perkembangan isu terkait Covid-19. “Namun minggu ini kami masih mencoba dengan jam operasional perbankan dari pukul 7.30 hingga 19.00,” ucap dia.
BRI mengarahkan semua koordinasi prosedur operasional bisnis selama masa darurat Covid-19 dilakukan terpusat oleh Banking Command Center ini, hingga masa yang akan ditentukan kemudian.
Dalam pusat komando ini, BRI memonitor berbagai indikator kinerja baik operasional maupun keuangan, dan termasuk di dalamnya beberapa indikator risiko market (nilai tukar, suku bunga, pasar uang, komoditas, saham, dan obligasi), sehingga diharapkan penentuan langkah mitigasi risiko dilakukan dengan lebih terukur, terorganisir dan komprehensif. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More
Poin Penting BI mengimbau penurunan suku bunga kredit, direspons PT Bank Central Asia Tbk (BCA)… Read More
Poin Penting Penundaan 105.000 mobil dinilai melindungi industri otomotif nasional dari dampak negatif impor CBU.… Read More
Poin Penting Dugaan serangan siber Bank Jambi dinilai berisiko memicu krisis kepercayaan terhadap perbankan daerah.… Read More
Poin Penting Agrinas menyatakan siap menunda rencana impor 105 ribu kendaraan dari India mengikuti arahan… Read More
Poin Penting Saksi menyatakan tidak ada pembayaran Rp809,59 miliar kepada Nadiem Makarim dalam catatan transaksi… Read More