Benchmarking Pasar Modal Asing, Pelaku Pasar Modal RI Studi Banding ke Thailand

Jakarta – Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Lembaga Standar Profesi Pasar Modal (LSPPM) dan Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) melakukan studi banding ke Bangkok, Thailand, 17-20 Oktober 2024. 

Kegiatan bertajuk Capacity Building 2024 ini, diikuti 54 peserta dari pelbagai kalangan pelaku pasar modal Indonesia, seperti para asesor sertifikasi pasar modal, pelaku pasar, dan perwakilan emiten-emiten. 

Salah satu rangkaian studi banding tersebut yakni melakukan kunjungan ke The Stock Exchange of Thailand (SET) di Bangkok. Tujuannya, melakukan diskusi strategis mengenai kondisi terkini pasar modal dunia serta pendekatan dan pengembangannya di berbagai sektor bisnis. 

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSPPM) Haryajid Ramelan mengatakan, antusiasme para pelaku pasar modal terhadap kegiatan Capacity Building yang digelar ini sangat tinggi.

Baca juga : Kolaborasi BCA Syariah dan Henan Putihrai Sekuritas Tingkatkan Inklusi Pasar Modal Syariah

“Kunjungan ke The Stock Exchange of Thailand ini tentu akan membuka wawasan para profesional di pasar modal sehingga dapat melakukan benchmarking atas praktik yang dilakukan di bursa negara-negara lain,” katanya, dikutip pada Rabu, 23 Oktober 2024.

Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya juga dilakukan kegiatan serupa di antaranya melakukan kunjungan ke bursa negara lain yaitu Singapore Stock Exchange, Bursa Malaysia dan ke JP Morgan Singapore.  

“Saya yakin kegiatan workshop Capacity Building 2024 di Bangkok ini akan menambah dan memberikan value added bagi para profesional pelaku pasar modal,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan tahunan ini juga merupakan sarana networking antara berbagai profesi dan institusi pasar modal seperti perusahaan sekuritas, emiten, asesor, konsultan.

Baca juga : HUT Pasar Modal, BEI dan IFA Gelar Workshop Keuangan Berkelanjutan

Presiden Direktur PT Coris Oratoria Dian Adhitama menambahkan, kunjungan langsung ke SET ini membuka wawasan atas kemungkinan kerjasama antara pelaku pasar modal Thailand dan Indonesia.

Kapitalisasi Pasar RI Tertinggi di ASEAN

Data dari World Federation of Exchanges (WFE) per Desember 2023 yang dipresentasikan SET cukup menarik, karena kapitalisasi pasar Indonesia paling tinggi di ASEAN.  

“Sedangkan  average daily turnover tertinggi adalah Thailand. Dengan kunjungan ini, kedua belah pihak dapat saling berbagi pengalaman untuk memajukan pasar modal di negara masing-masing,” bebernya.

Sebelum dilakukan kunjungan ke SET, para pelaku pasar modal melakukan seminar yang diadakan di Hotel Al Meroz, Bangkok. 

Seminar dibuka oleh NS Aji Martono, Ketua Umum PROPAMI kemudian pemaparan oleh Prof. Budi Frensidy yang membahas mengenai Sustainability Investment Strategy: Another Criterion after Return and Risk dan pemaparan Environment, Social, and Governance (ESG) and Sustainability Report disampaikan Dr. Embun Prowanta. 

Setelah itu dilanjutkan pembekalan Asesor Kompetensi oleh Dr. Muhammad Nur Hayid selaku Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Baca juga: Biaya Membuat Paspor Naik per Desember, Cek Rinciannya di Sini!

Seperti diketahui, di tingkat Asia-Pacific, Thailand menduduki perangkat ke-9 dan secara global menduduki peringkat ke-24. 

SET memiliki komitmen dalam pengembangan pasar modal Thailand untuk jangka panjang dengan meningkatkan peran bursa, infrastruktur pasar dan mempromosikan keberlanjutan antara lain melalui digital asset ecosystem, infrastrukur digital serta menerbitkan Thailand Sustainability Investment list dan Index bagi para investor. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

2 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

2 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

3 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

4 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

5 hours ago