Kondisi bencana banjir di Sumatra. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan secara prinsip bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh dapat meningkatkan beban klaim industri asuransi.
Meski demikian, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, telah mengimbau industri asuransi untuk mempersiapkan diri melalui proteksi reasuransi untuk risiko bencana.
Tidak hanya itu, OJK juga mengimbau perusahaan asuransi untuk menyiapkan cadangan teknis yang memadai dan pengelolaan permodalan yang pada umumnya masih berada di atas ketentuan minimum.
“OJK juga meminta industri melakukan stress test untuk memastikan bahwa kinerja keuangan dan operasional industri asuransi tetap terjaga, sekaligus memastikan hak pemegang polis tetap dipenuhi melalui proses drilling yang cepat, transparan, dan sesuai ketentuan,” ucap Ogi dalam Konferensi Pers dikutip, 12 Desember 2025.
Baca juga: Potensi Klaim Asuransi Akibat Bencana Sumatra Nyaris Rp1 Triliun, Ini Rinciannya
Berdasarkan hal tersebut, OJK menegaskan bahwa, skema asuransi wajib bencana sangat dibutuhkan. Ini dikarenakan eksposur risiko bencana di Indonesia sangat tinggi dengan kondisi geografis yang berada di ring of fire.
Selain itu, ketentuan mengenai asuransi wajib untuk bencana alam sebenarnya telah diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) P2SK di mana pada penjelasan pasal 39A disebutkan salah satu asuransi wajib yang dapat dilaksanakan adalah asuransi rumah tinggal terhadap risiko bencana.
“Namun demikian implementasinya memerlukan pengaturan teknis lebih lanjut. OJK sangat mendukung penyelenggaraan asuransi wajib sebagai langkah perlindungan masyarakat sekaligus memperkuat pembiayaan penanganan bencana,” imbuhnya.
Baca juga: OJK: Ada 103.613 Debitur Terdampak Bencana di Sumatra
OJK mencatat potensi nilai klaim industri asuransi bencana banjir di Sumatra mencapai Rp967,03 miliar, angka itu mencakup asuransi properti, kendaraan bermotor, hingga kerusakan barang milik negara.
Secara rinci, potensi klaim yang terdata dari 39 perusahaan asuransi khususnya pada kerusakan properti atau property damage adalah sebesar Rp492,53 miliar dan kerusakan kendaraan bermotor sebesar Rp74,50 miliar.
Sedangkan untuk klaim asuransi barang negara pada daerah terdampak nilainya diperkirakan mencapai Rp400 miliar. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting J Trust Bank masuk industri kuliner lewat ajang Gourmet Choice 2026 sebagai bagian… Read More
Poin Penting Saham TUGU naik 15% sejak awal 2026 ke level Rp1.340, outperform dibandingkan IHSG… Read More
Perubahan ekspektasi pelanggan dalam industri Energy & Public Utilities kini semakin nyata, di mana masyarakat… Read More
Poin Penting IAI luncurkan ISRF untuk memperkuat pelaporan keberlanjutan yang terintegrasi dan kredibel Dorong standar… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya menyebut peluang pembayaran utang KCIC Whoosh menggunakan APBN masih 50:50 dan… Read More
Poin Penting KEK Industropolis Batang tampil di China Conference Southeast Asia 2026 dan menjadi sorotan… Read More