Jakarta – Di era suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang terus merangkak naik di level 5,25%, kredit perbankan masih mengalami peningkatan yang signifikan. Dalam laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2022 kredit tumbuh sebesar 11,9% yoy.
Mengenai kenaikan kredit perbankan tersebut, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdi menyatakan, kenaikan kredit menjelang akhir tahun dinilai wajar. Sebab, perbankan memiliki target dalam meningkatkan aset produktifnya salah satunya dengan penyaluran kredit.
“Kalau kondisi saat ini menjelang akhir tahun bank-bank biasanya berusaha meningkatkan aset produktif berupa kredit, bisa juga dari DPK tapi kredit itu akan lebih mudah mendapatkannya. Sekarang mereka ngejar itu sampai akhir tahun,” ujar Amin saat dihubungi Infobank, Rabu, 7 Desember 2022.
Ia menambahkan, untuk kenaikan suku bunga acuan efeknya akan terasa tiga sampai enam bulan kedepan setelahnya. Terlebih, Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) juga masih akan menaikan Fed Funds Rate (FFR) nya, sehingga otomatis Bank Indonesia akan kembali mengikuti The Fed untuk menaikan suku bunga acuannya.
Selain itu, OJK juga telah memperpanjang restrukturisasi kredit Covid-19 di sektor dan wilayah tertentu hingga Maret 2024.
“Jadi secara umum kredit masih akan naik, tapi nanti kalau kemudian dikaitkan dengan bank sudah mulai menignkatkan suku bunga kreditnya, mungkin akan terkoreksi sedikit di tahun depan, tapi tidak akan beda jauh dengan kondisi di 2022,” ungkapnya. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More