Nasional

Belum Punya UU Siber, Indonesia Rawan Ancaman Kejahatan Digital

Jakarta – Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber, Indonesia masih belum memiliki regulasi khusus yang mengatur keamanan digital secara komprehensif. Padahal, pemerintah sudah sejak lama berencana merumuskan peraturan yang bertujuan menjaga ruang lingkup siber masyarakat Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Badan Sandi dan Siber Nasional (BSSN) melalui Sulistyo, Deputi III Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia. Menurutnya, persiapan undang-undang (UU) ini telah berlangsung sejak 2019, namun prosesnya sempat molor.

“Yang paling kita harapkan adalah di tahun 2019, sebenarnya kita ingin ada Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber. Tapi sekarang tahun 2025,” ujarnya di acara peluncuran Indonesia Cyber Crime Combat Center (IC4), Selasa, 25 Februari 2025.

Baca juga: Gak Lama Lagi Terbit, OJK Siapkan Pedoman Keamanan Siber untuk Aset Kripto

Beruntung, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar UU tersebut dimasukkan ke dalam program legislasi nasional prioritas 2025. Sulistyo menilai, jika regulasi ini tidak segera diundangkan, dampaknya akan cenderung negatif bagi keamanan digital nasional.

Ia berharap, dengan disahkannya UU Keamanan dan Ketahanan Siber, ruang lingkup digital di Indonesia akan semakin terlindungi. Sulistyo juga mengingatkan agar insiden peretasan Pusat Data Nasional (PDNS) pada pertengahan 2024 tidak kembali terulang.

“Artinya, ada permasalahan tentang mahalnya sebuah reputasi dan mahalnya cost untuk kemudian memulihkannya kembali,” tegasnya.

Baca juga: 5 Tren Ancaman Siber Berbasis AI yang Patut Diwaspadai di 2025

Pentingnya regulasi ini turut ditegaskan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Digital (Wamen Komdigi), Nizar Patria. Ia menyebut, peristiwa besar yang terjadi pada tahun lalu menjadi pelajaran mahal, dan keamanan siber harus menjadi pondasi utama dalam transformasi digital Indonesia.

“Itu pelajaran yang sangat mahal. Jujur saja itu lesson learned-nya mahal sekali, terutama political cost-nya, karena berkaitan dengan apa? Reputasi. Reputasi dan penyerahan data center,” kata Nizar.

Tantangan Semakin Kompleks, Kolaborasi Jadi Kunci

Menurut Nizar, proses penguatan keamanan siber tidak akan mudah, dan tantangannya akan semakin kompleks. Ia mengimbau, di dunia siber tidak ada tempat yang sepenuhnya aman, sehingga menjaga keamanannya harus menjadi prioritas utama.

Sebagai penutup, Nizar menekankan pentingnya peningkatan kapabilitas dalam mendeteksi dan merespons serangan siber, dan perlunya kerja sama dengan berbagai mitra, baik nasional maupun internasional.

“Dan tentu saja ini tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif dari semua pihak, dan kolaborasi dari semua stakeholder yang ada di ekosistem digital nasional kita,” tutup Nizar. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

8 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

13 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

13 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

14 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

14 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

14 hours ago