Market Update

Belum Mampu Rebound, IHSG Masih Lanjut Koreksi 1,75 Persen ke Level 6.531

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, 11 Februari 2025 kembali ditutup merosot 1,75 persen ke level 6.531,99 dari dibuka pada level 6.648,14.

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 424 saham terkoreksi, 171 saham menguat, dan 198 tetap tidak berubah. Sebanyak 16,93 miliar saham diperdagangkan dengan 1,28 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp12,68 triliun.

Kemudian seluruh indeks dalam negeri turut bergerak melemah, dengan IDX30 turun 1,23 persen menjadi 394,57, LQ45 melemah 1,45 persen menjadi 762,09, Sri-Kehati merosot 1,73 persen menjadi 344,12, dan JII melemah 2,58 persen menjadi 428,84.

Baca juga: Lanjut Melemah, IHSG Sesi I Ditutup ke Level 6.544

Lalu hampir seluruh sektor juga bergerak melemah tercermin dari sektor infrastruktur yang memimpin pelemahan sebanyak 3,94 persen, sektor energi merosot 3,18 persen, sektor transportasi turun 2,96 persen, sektor properti merosot 1,95 persen, dan sektor bahan baku melemah 1,85 persen.

Selanjutnya, sektor kesehatan merosot 1,41 persen, sektor non-siklikal melemah 1,02 persen, sektor keuangan turun 1,00 persen, sektor industrial melemah 0,73 persen, dan sektor siklikal merosot 0,25 persen.

Sedangkan, hanya sektor teknologi yang mengalami penguatan sebanyak 0,53 persen, didukung oleh kenaikan saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sebesar 6,92 persen.

Baca juga: Belum Move On, IHSG Dibuka Masih di Zona Merah

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Sekar Laut Tbk (SKLT), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM). Sedangkan saham top losers adalah PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

4 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

4 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

5 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

5 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

5 hours ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

5 hours ago