Market Update

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Poin Penting

  • IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026).
  • Sebanyak 542 saham terkoreksi, dengan total transaksi mencapai Rp15,91 triliun dan volume perdagangan 32,05 miliar saham.
  • Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor teknologi, properti, dan energi, sementara sektor keuangan, industrial, dan kesehatan masih menguat.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 16 Maret 2026, ditutup bertahan melemah ke posisi 7.022,28 atau turun 1,61 persen dari level 7.137,21.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 542 saham terkoreksi, 180 saham menguat, dan 98 saham tetap tidak berubah.

Sebanyak 32,05 miliar saham diperdagangkan dengan 1,67 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp15,91 triliun.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup pada Zona Merah ke Posisi 7.039

Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri juga ditutup melemah dengan IDX30 turun 1,10 persen jadi 387,53, Sri-Kehati merosot 0,54 persen ke 346,20, LQ45 melemah 2,01 persen ke 713,72 dan JII turun 2,83 persen menjadi 459,04.

Mayoritas Sektor Berakhir di Zona Merah

Kemudian, mayoritas sektor turut ditutup merah, dengan sektor teknologi melemah 2,34 persen, sektor properti merosot 2,28 persen, sektor energi turun 2,24 persen, dan sektor bahan baku melemah 1,82 persen.

Selain itu, sektor transportasi merosot 1,57 persen, sektor infrastruktur turun 0,63 persen, sektor non-siklikal melemah 0,16 persen, dan sektor siklikal merosot 0,03 persen.

Baca juga: IHSG Awal Pekan Masih Berpotensi Melemah, Ini Katalis Penggeraknya

Sementara itu, sektor lainnya masih mampu menguat, tecermin dari sektor keuangan naik 0,45 persen, sektor industrial meningkat 0,21 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,13 persen.

Daftar Top Gainers dan Top Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

Sedangkan saham top losers adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

2 hours ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

2 hours ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

2 hours ago

Cara Amartha Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa

Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More

3 hours ago

CCTV Tol Bisa Dipantau Real-Time di Travoy, Jasa Marga Bantu Pemudik Pilih Rute Terbaik

Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More

3 hours ago

Prabowo Tegaskan Defisit APBN Tetap 3 Persen, Hanya Diubah Jika Terjadi Krisis Besar

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan batas defisit APBN 3 persen dari PDB tetap dipertahankan.… Read More

3 hours ago