Ekonomi dan Bisnis

Beli 5 Pesawat Anyar, Smart Aviation Gelontorkan Rp400 Miliar

Jakarta – PT Smart Cakrawala Aviation (Smart Aviation), perusahaan jasa angkutan udara niaga tidak berjadwal, mengumumkan langkah strategisnya dengan melakukan pembelian 4 unit Caravan c208ex dan 1 (satu) unit Sky Courier c408 dari Textron Inc., produsen pesawat, alat pertahanan, dan produk industri yang mengutamakan teknologi canggih asal Amerika Serikat.

Langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat infrastruktur penerbangan di Indonesia dan memberikan dukungan yang optimal terhadap pemerintah dalam mewujudkan pemerataan ekonomi, terutama di wilayah terluar, melalui layanan unggulan Smart Aviation.

Founder & CEO Smart Aviation Pongky Majaya mengatakan, Smart Aviation memberikan penekanan khusus pada momen tersebut sebagai langkah strategis dalam mendukung perkembangan industri penerbangan di Indonesia lewat Signing MoU dengan Textron Incuntuk pengadaan sejumlah pesawat. 

“Hal ini kami lakukan sebagai respons terhadap kebutuhan bisnis yang terus berkembang di wilayah operasional Smart Aviation sekaligus menambah armada untuk mengokohkan posisi kami sebagai pelaku utama dalam industri penerbangan niaga di Indonesia,” katanya, dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 Maret 2024.

Diketahui, nilai transaksi yang dilakukan secara tunai antara Smart Aviation dengan Textron Inc. tercatat mencapai Rp400 miliar. Di mana, terdiri dari harga Cessna 208 Caravan sebesar USD3,350 juta atau setara Rp52,437 miliar, (kurs 1 USD = Rp15.567) per unit dan harga Cessna 408 Sky Courier sebesar USD9,8 juta atau setara Rp153,44 miliar per unit.

Pongky mengatakan, jenis pesawat yang dipilih pihaknya memiliki teknologi yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan wilayah operasional Smart Aviation, khususnya dalam memenuhi tuntutan di beberapa daerah yang memiliki kontur daerah dengan udara yang bertekanan tinggi seperti pegunungan Papua. 

Misalnya saja, Cessna SkyCourier yang merupakan pesawat turboprop sayap tinggi, berkapasitas ganda, yang menawarkan kombinasi kinerja dan biaya operasional yang lebih rendah untuk operator angkutan udara, komuter, dan misi khusus. Armada ini tersedia dalam dua versi, yaitu kargo dan penumpang. 

Cessna SkyCourier versi penumpang mampu menampung hingga 19 orang dengan pintu kru dan penumpang untuk proses naik-turun yang lancar, serta jendela kabin yang besar untuk cahaya alami ke dalam pesawat. 

Baca juga : Pesawat Luar Angkasa Jepang Sempat Ada Gangguan Saat Mendarat di Bulan, Kini Hanya Mengandalkan Sumber Kekuatan Baterai

Kemudian, konfigurasi yang ada di Cessna SkyCourier menawarkan pengisian bahan bakar satu titik untuk memungkinkan pergantian yang lebih cepat.

Sementara, armada dengan varian kargo dilengkapi dengan pintu besar dan kabin lantai datar yang cukup besar untuk menangani hingga tiga kontainer pengiriman LD3 dengan kemampuan muatan yang mengesankan mencapai 6.000 pound. 

Pesawat jenis ini ditenagai oleh dua mesin, yaitu Turboprop Pratt Whitney PT6A-65SC, baling-baling aluminium empat bilah yang tangguh dan handal sepanjang 110 inci yang dapat memutar penuh dengan langkah mundur dan dirancang untuk meningkatkan kinerja pesawat saat membawa beban besar. 

SkyCourier dioperasikan dengan avionik Garmin G1000 NXi dan memiliki kecepatan jelajah maksimum lebih dari 200 knot, dengan jangkauan maksimum 900 mil laut.

Pesawat-pesawat ini nantinya akan menjadi penunjang utama dalam menyediakan layanan angkutan udara yang efisien dan handal di berbagai destinasi di Indonesia. 

Keputusan ini juga sejalan dengan visi Smart Aviation untuk menjadi pionir dalam mengokohkan ekosistem penerbangan Indonesia. Adapun investasi tersebut secara resmi ditandai dengan penandatanganan yang dilakukan pada tahun 2024, dengan pesawat baru yang diperkirakan akan tiba pada tahun 2026 mendatang. 

Oleh karena itu, sambil menunggu kedatangan pesawat baru dari Textron Inc.perusahaan telah berencana akan membeli 3 (tiga) pesawat bekas pada tahun 2024. 

Sebab, kemampuan luar biasa SkyCourier, dikombinasikan dengan efisiensi biaya dan desain kabin yang serbaguna, membuatnya menjadi armada yang akan membawa perubahan nyata di Indonesia.

“Pemesanan ini menegaskan komitmen kami untuk memberikan solusi canggih guna memenuhi kebutuhan yang terus berkembang dalam industri penerbangan. Kami sangat antusias melihat dampak transformasional melalui armada kami dalam menghubungkan dan mendorong kemajuan di Indonesia dan sekitarnya,” kata Senior vice President, Global Sales and Flight Operations Textron Inc., Lannie O’Bannion, di Singapura. 

Baca juga : Pertamina dan Garuda Sinergi Turunkan Emisi Karbon Untuk Pesawat Komersial

Dukung Pemerataan Ekonomi

Selain mencerminkan peningkatan kapabilitas operasional Smart Aviation, keputusan strategis ini menunjukkan tekad perusahaan dalam mendukung pemerintah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi, terutama di wilayah terluar, melalui layanan unggulannya. 

Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Smart Aviation menawarkan berbagai jenis layanan, seperti Exclusive Airplane Rent, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), Survei penerbangan untuk membuat peta wilayah, kontur daerah, aliran air, dan patroli udara, hingga Amo Smart Aviation yang menyediakan private airport dan hangar facilities untuk perawatan dan perbaikan pesawat hingga helikopter. 

Sebagai salah satu kontributor utama dalam pertumbuhan pertumbuhan penerbangan Indonesia, Smart Aviation tetap berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya dalam memenuhi kebutuhan transportasi udara di Indonesia. Inisiatif berkelanjutan, inovasi, dan dedikasi terhadap kualitas layanan akan terus menjadi pijakan Smart Aviation menuju masa depan penerbangan yang lebih baik di negeri ini. 

“Kami yakin bahwa langkah-langkah ini akan memperkuat posisi Smart Aviation sebagai pemimpin di Industri penerbangan niaga di Indonesia akan dan akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekosistem penerbangan nasional,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

4 mins ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

37 mins ago

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

1 hour ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

2 hours ago

Pikap India Mulai Didistribusikan ke Kopdes Merah Putih, Disaksikan Wakil Panglima TNI

Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More

2 hours ago

BEI Bidik 50 Ribu Investor Syariah Baru di 2026

Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More

2 hours ago