Ilustrasi- Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Kementerian Keuangan melaporkan realisasi belanja pemerintah pusat hingga Oktober 2025 sudah mencapai Rp1.879,6 triliun atau 70,6 persen dari outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang senilai Rp2.663,4 triliun.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan belanja pemerintah pusat per Oktober 2025 tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama sebesar Rp1.834,5 triliun.
“Berarti tahun ini belanja pemerintah pusat itu Rp45,1 triliun lebih tinggi dibandingkan dengan belanja pemerintah pusat tahun lalu,” ujar Suahasil dalam APBN KiTa, Kamis, 20 November 2025.
Baca juga: Purbaya Lapor APBN Oktober 2025 Defisit Rp479,7 Triliun
Suahasil menilai belanja pemerintah pusat ini memiliki dorongan terhadap pergerakan dan pertumbuhan ekonomi. Dia menyatakan hal tersebut seiring dengan data pertumbuhan ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal III 2025, di mana belanja pemerintah tumbuh sebesar 5,49 persen year on year (yoy).
“Efek dari pengeluaran pemerintah itu sudah 5 persen lebih. Ini dia yang kita lakukan mendorong supaya belanja pemerintah pusat ini benar- benar bisa memiliki dampak kepada pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Suahasil merinci, realisasi tersebut terdiri dari realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp961,2 triliun atau 75,4 persen dari outlook APBN 2025. Anggaran ini dimanfaatkan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui program Bansos, serta pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Baca juga: Pemda-BUMN Bisa Pinjam Dana APBN, Purbaya Beri Bunga 0,5 Persen
Sementara itu, belanja non-K/L sudah terealisasi mencapai Rp918,4 triliun atau 66,2 persen dari outlook APBN 2025 yang digunakan untuk pembayaran manfaat pensiun dan subsidi tepat waktu.
Adapun secara keseluruhan, belanja negara hingga Oktober 2025 mencapai Rp2.593 triliun atau 73,5 persen dari outlook 2025.
Belanja tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk program prioritas yang meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.879,6 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp713,4 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More