News Update

Belanja Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan DPK di Kuartal IV

Jakarta – Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan akan kembali meningkat pada kuartal IV tahun ini. Perbaikan DPK ini akan ditopang oleh realisasi belanja barang pemerintah yang mulai meningkat di akhir 2017.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengatakan, meski pertumbuhan DPK pada Agustus 2017 tercatat 9,6 persen (yoy), atau menurun dibandingkan bulan sebelumnya 9,7 persen (yoy), namun BI optimis pertumbuhan DPK bakal kembali membaik di akhir tahun.

“Ini hanya melambat sedikitkan dari 9,7 persen menjadi 9,6 persen di Agustus 2017. Kita melihat adanya kinerja yang lebih rendah, belanja pemerintah belum optimal,” ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis, 19 Oktober 2017.

Namun demikian, kata dia, realisasi belanja pemerintah yang diprediksi bakal meningkat di kuartal IV 2017 ini, akan mendorong peningkatan likuiditas perbankan. Dirinya memandang bahwa penurunan DPK di Agustus 2017 ini hanya bersifat sementara dan akan kembali pada tren pertumbuhan positif.

“Saya gak melihat penurunan ini secara substansial, karena perbankan akan menerima likuiditas yang sangat ample di akhir 2017. Saya yakin DPk akan meningkat sampai akhir tahun, likuiditas akan sangat tinggi,” ucapnya.

Di sisi lain, lanjut dia, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga didukung oleh ketahanan industri perbankan dan pasar keuangan yang kuat. Hal ini tercermin pada rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan yang cukup tinggi pada level 23,1 persen dan rasio likuiditas (AL/DPK) pada level 23,4 persen di bulan Agustus 2017.

Sementara untuk pertumbuhan kredit Agustus 2017 tercatat masih rendah yaitu 8,3 persen (yoy), meskipun membaik dari bulan sebelumnya 8,2 persen (yoy). Di bulan yang sama, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) juga masih berada pada level 3,0 persen (gross) atau 1,4 persen (net).

“Ke depan, intermediasi perbankan diperkirakan membaik sejalan dengan berlanjutnya dampak penurunan suku bunga acuan dan pelonggaran kebijakan makroprudensial yang dilakukan sebelumnya oleh BI, serta kemajuan dalam konsolidasi perbankan dan korporasi,” tutupnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BNI Tawarkan Diskon Belanja Ramadhan hingga Rp70.000 di Berbagai Ritel Modern

Poin Penting BNI menghadirkan promo “Ramadan Berlomba Kebaikan Bersama BNI” dengan diskon belanja hingga Rp70.000.… Read More

1 hour ago

Sompo Indonesia Hadirkan Asuransi Mudik, Premi Mulai Rp15 Ribu

Poin Penting Sompo Indonesia mengingatkan perjalanan mudik Idulfitri memiliki berbagai risiko, sehingga perlu perlindungan sejak… Read More

2 hours ago

Angkot Puncak Bogor Libur 5 Hari saat Lebaran, Kompensasi Rp1 Juta Disalurkan via Bank BJB

Poin Penting Pemprov Jabar menghentikan operasional angkot di jalur Puncak selama lima hari pada periode… Read More

2 hours ago

8,12 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan

Poin Penting Hingga 15 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, DJP mencatat 8.125.023 SPT Tahunan PPh… Read More

2 hours ago

AirAsia Indonesia Kantongi Pendapatan Rp7,87 Triliun, Rugi Terpangkas 15 Persen

Point Penting Pendapatan 2025 capai Rp7,87 triliun, sementara kerugian berhasil ditekan 15 persen dibandingkan tahun… Read More

2 hours ago

Jasamarga Trans Jawa Beri Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Lebaran 2026

Poin Penting PT Jasamarga Transjawa Tol memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen di ruas… Read More

2 hours ago