Konsumen membeli es krim di Allo Fresh secara online, namun sudah kadaluwarsa. (Foto: Dok. Mediakonsumen)
Jakarta – Belanja daring/online memang memberi banyak kemudahan. Salah satunya, pembeli tidak perlu membeli kebutuhan pokok ke toko swalayan. Cukup melakukan check out dan pesanan akan diantar oleh kurir.
Sayangnya, kemudahan yang ditawarkan tersebut membuat pembeli tak dapat mengecek secara langsung kondisi barang yang dijual seperti masa kadaluarsa.
Seperti yang dialami oleh Muhamad Izazad, warga Medan, Sumatera Utara saat membeli daging kadaluarsa di platform belanja daring di Tanah Air. Seperti apa kisahnya ? Berikut kami posting ulang melansir laman mediakonsumen, Senin (16/10).
Baca juga: Surat ‘Cinta’ untuk Super Air Jet
Terima kasih atas dimuatnya surat keluhan saya ini.
Kejadian berawal pada tanggal 4 Oktober 2023 yang lalu, saya melakukan pesanan barang melalui aplikasi Allo Fresh, salah satunya adalah Es Krim Diamond Ogura 700 Gr untuk cucu saya yang masih balita. Saya berada di kota yang berbeda dengan lokasi pesanan barang yang berada di Kota Medan.
Beberapa hari kemudian, saya mendapatkan kiriman WhatsApp dari ibunya bahwa Es Krim tersebut sudah kedaluwarsa sejak 27 Agustus 2023. Saya benar-benar kaget, karena memang sebelumnya saya sudah sering pesan Es Krim dan beberapa produk makanan lain melalui Allo Fresh.
Karena saya yakin barang-barang Allo Fresh yang langsung diambil dari Transmart, tidak mungkin ada yang kedaluwarsa, karena sudah melalui beberapa tahapan hingga sampai ke tangan konsumen. Namun kali ini saya kecolongan.
Saya langsung mengirim email ke Allo Fresh untuk memberitahukan kejadian tersebut. Kemudian saya mendapatkan balasan bahwa pihak Allo Fresh meminta barang dalam kemasan dan kondisi utuh karena mungkin prosedur atau ketidakpercayaan akan hal tersebut.
Lalu saya membalas dengan memberitahukan bahwa kondisi Es Krim sudah dimakan, tetapi saya kembali mendapat jawaban yang sama.
Setelah 2 hari kemudian, saya tiba-tiba mendapatkan email lagi dari Allo Fresh yang memberikan saya voucher potongan harga 20% maksimal Rp30.000 (tiga puluh ribu rupiah) dengan berbelanja Rp150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah). Serta “pengakuan secara tidak langsung” telah menjual Es Krim yang kedaluwarsa.
Di sini saya sedikit geram, tetapi juga lucu. Mereka memberikan voucher, tetapi juga meminta untuk berbelanja dengan nominal tertentu yang harganya berkali-kali lipat dari harga Es Krim tersebut, tanpa memikirkan efek samping memakan Es Krim yang sudah kedaluwarsa bagi anak kecil.
Baca juga: Tenor Kredit Sudah Lunas, Tapi Masih Ditagih Aplikasi Paylater Kredivo
Mungkin efek samping tersebut tidak langsung muncul sekarang, tapi apakah ke depannya tidak berdampak pada tubuhnya?
Bagi para konsumen yang akan melakukan pembelian barang melalui Allo Fresh, apalagi produk yang memiliki masa kedaluwarsa, sebaiknya diperhatikan dengan baik. Karena kita tidak tahu dari ribuan produk yang tidak dicek masa kedaluwarsanya masih dijual.
Apakah ini kesalahan yang tidak disengaja atau malah disengaja karena kita melakukan pesanan secara online dan tidak langsung memilih barang? Hanya Allo Fresh dan Tuhan yang tahu.
Muhammad Izazad
Medan, Sumatera Utara
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More