Ia menjelaskan, negara-negara yang menjadi tujuan pelaksanaan pada kegiatan ini di antaranya Singapura, Malaysia (Kuala Lumpur dan Johor), Hongkong, Taiwan, dan Arab Saudi (Madinah). Triawan menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan para buruh migran, khususnya wanita agar dapat mengembangkan jenis usahanya pada dunia digital.
“Kegiatan Coding Mum ini tentu bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan para buruh migran wanita, agar ketika pulang ke tanah air mereka bisa melakukan bisnis online dengan cara membuat halaman web usaha mereka sendiri ataupun bekerja sebagai programmer,” ujar Triawan
Dari kegiatan ini juga diharapkan ada multiplier effect yang mereka lakukan, yaitu bisa menghasilkan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan baru bagi para imigran lain. “Coding Mum ini kan dapat menjadi sebuah gerakan nasional yang mampu mengatasi permasalahan tingginya kebutuhan tenaga programmer di Indonesia,” tutup Triawan Munaf. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,89 persen ke level 7.214,17 pada awal perdagangan (9/4), dari… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kembali naik dua hari beruntun pada 9 April 2026,… Read More
Poin Penting IHSG diproyeksikan masih berpeluang menguat ke kisaran 7.323–7.450, dengan asumsi telah menyelesaikan wave… Read More
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More