Manado–Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali melanjutkan program unggulan Bekraf Developer Day (BDD), yang pada tahun ini digelar di 10 kota besar di Indonesia.
Dengan mengusung tema “Membangun Kemandirian Bangsa melalui Digital”, Berkraf bakal menggelar event ini Manado, Bogor, Denpasar, Solo, Medan, Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar dan Bandung. Manado sendiri terpilih menjadi kota pertama pagelaran event untuk mendorong ekonomi kreatif berbasis aplikasi mobile.
Baca juga: Kredit UMKM 20%Beri Dampak Positif ke Ekonomi Kreatif
“Bekraf Developer Day ini ditujukan untuk pemerataan industri digital di Tanah Air agar segera terealisasi,” Ujar Hari Sungkari, Deputi Infrastruktur Bekraf pada acara Bekraf Developer Day di Hotel Peninsula, Manado, akhir pekan lalu.
Event ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelaku usaha ekonomi kreatif, serta menciptakan ekosistem bagi startup. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Perhelatan pertama Bekraf Developer Day sendiri mendapat sambutan luar biasa dari para calon developer digital lokal. Dari target 500 peserta, tercatat diikuti sekitar 600 lebih peserta yang datang dari berbagai sudut Kota Manado. Kehadiran para peserta diharapkan bisa melahirkan berbagai aplikasi atau game yang memberikan solusi bagi permasalahan Kota Manado.
“Sebenarnya tiap daerah punya problem sendiri yang bisa disolusikan secara digital. Itu challenge kami. Kami mau mengajak mereka (peserta BDD) untuk membangun produk produk digital yang bisa memberikan solusi atas problem daerah,” ucap Hari Sungkari.
Baca juga: Berharap Pertumbuhan dari Ekonomi Kreatif
Hari menambahkan, bahwa anak muda generasi milenia saat ini sebenarnya sudah akrab dengan berbagai produk digital di bidang makanan, transportasi, atau layanan publik lainnya. Namun, peran developer lokal harus ditingkatkan lagi sehingga produk digital tidak didominasi oleh merek-merek besar dari luar negeri.
Oleh karena itu, tutur Hari, diperlukan kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis, komunitas dan pemerintah untuk melakukan percepatan pengembangan startup lokal yang berkualitas seperti game Tahu Bulat dan Teka Teki Saku. (*) Suheriadi