Perhelatan pertama Bekraf Developer Day sendiri mendapat sambutan luar biasa dari para calon developer digital lokal. Dari target 500 peserta, tercatat diikuti sekitar 600 lebih peserta yang datang dari berbagai sudut Kota Manado. Kehadiran para peserta diharapkan bisa melahirkan berbagai aplikasi atau game yang memberikan solusi bagi permasalahan Kota Manado.
“Sebenarnya tiap daerah punya problem sendiri yang bisa disolusikan secara digital. Itu challenge kami. Kami mau mengajak mereka (peserta BDD) untuk membangun produk produk digital yang bisa memberikan solusi atas problem daerah,” ucap Hari Sungkari.
Baca juga: Berharap Pertumbuhan dari Ekonomi Kreatif
Hari menambahkan, bahwa anak muda generasi milenia saat ini sebenarnya sudah akrab dengan berbagai produk digital di bidang makanan, transportasi, atau layanan publik lainnya. Namun, peran developer lokal harus ditingkatkan lagi sehingga produk digital tidak didominasi oleh merek-merek besar dari luar negeri.
Oleh karena itu, tutur Hari, diperlukan kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis, komunitas dan pemerintah untuk melakukan percepatan pengembangan startup lokal yang berkualitas seperti game Tahu Bulat dan Teka Teki Saku. (*) Suheriadi
Page: 1 2
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More