Perhelatan pertama Bekraf Developer Day sendiri mendapat sambutan luar biasa dari para calon developer digital lokal. Dari target 500 peserta, tercatat diikuti sekitar 600 lebih peserta yang datang dari berbagai sudut Kota Manado. Kehadiran para peserta diharapkan bisa melahirkan berbagai aplikasi atau game yang memberikan solusi bagi permasalahan Kota Manado.
“Sebenarnya tiap daerah punya problem sendiri yang bisa disolusikan secara digital. Itu challenge kami. Kami mau mengajak mereka (peserta BDD) untuk membangun produk produk digital yang bisa memberikan solusi atas problem daerah,” ucap Hari Sungkari.
Baca juga: Berharap Pertumbuhan dari Ekonomi Kreatif
Hari menambahkan, bahwa anak muda generasi milenia saat ini sebenarnya sudah akrab dengan berbagai produk digital di bidang makanan, transportasi, atau layanan publik lainnya. Namun, peran developer lokal harus ditingkatkan lagi sehingga produk digital tidak didominasi oleh merek-merek besar dari luar negeri.
Oleh karena itu, tutur Hari, diperlukan kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis, komunitas dan pemerintah untuk melakukan percepatan pengembangan startup lokal yang berkualitas seperti game Tahu Bulat dan Teka Teki Saku. (*) Suheriadi
Page: 1 2
Poin Penting Menkeu Purbaya menilai OTT pegawai pajak dan bea cukai sebagai terapi kejut agar… Read More
Poin Penting Baru beroperasi sejak Desember 2025, BSN langsung memposisikan diri sebagai “Banknya Para Developer”… Read More
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Jakarta, terpisah… Read More
Poin Penting OJK menegaskan KUB BPD sebagai strategi utama untuk memperkuat peran BPD dalam pembiayaan… Read More
Oleh Awaldi, Pemerhati SDM Bank dan Consulting Director Mercer Indonesia SEJAK akhir tahun kemarin, Otoritas… Read More
Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More