Categories: Market Update

BEI Usut Dugaan Penipuan Mengatasnamakan Nasabah

Pihak BEI mengungkapkan, jika benar ada pelaku yang memalsukan KTP dan menarik rekening nasabah di pasar modal, hal tersebut sudah dianggap tindakan kriminal. Dwitya Putra

Jakarta – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio mengaku akan menyelidiki soal kebenaran adanya dugaan penipuan di rekening efek nasabah pasar modal.

Dugaan ini muncul karena ada laporan anggota Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), terkait modus baru yang dilakukan penipu di pasar modal.

“Pengirimnya siapa kita enggak tahu. Jadi bursa mau ketemu APEI, ngobrol ada apa. Kita selalu periksa blogger investor, sekarag sih aman gak ada apa-apa,” kata Tito usai memperingati 38 tahun diaktifkannya kembali asar modal Indonesia di BEI Jakarta, Senin, 10 Agustus 2015.

Tito mengatakan, jika ada pelaku yang memalsukan KTP dan menarik rekening nasabah di pasar modal maka hal tersebut sudah masuk ranah penipuan dan bisa dianggap tindakan kriminal.

“Itu bukan penipuan fraud transaksi, kriminal menipu KTP orang. Kriminal itu urusan polisi,” tambahnya.

Maka dari itu Tito meminta para investor tidak perlu panik dengan adanya kabar ini. Sebab, PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI) atau Securities Investor Protection Fund (SIPF) bisa mengganti kerugian dana investor hingga Rp100 juta.

Sekedar informasi, permasalahan ini muncul setelah adanya pemberitaan di media terkait laporan dari anggota APEI akan modus operandi penipuan oleh orang tertentu yang berdampak merugikan nasabah perusahaan efek.

Cara kerja penipuan tersebut dengan cara membuat KTP palsu atas nama Nasabah, lalu penipu membuat nomor rekening bank atas nama nasabah dengan memakai KTP palsu tersebut.

Untuk lebih meyakinkan, penipu membawa KTP palsu ke operator selular, mengaku HP hilang, dan meminta dibuatkan SIMCard baru. Kemudian penipu menghubungi broker untuk mengganti alamat e-mail.

Authentikasi melalui HP berhasil dilalui penipu karena penipu menguasai nomor HP nasabah, sesudah mengganti alamat e-mail, penipu meminta reset password yang biasanya dikirim ke alamat e-mail nasabah.

Setelah itu penipu menjual semua saham nasabah dan meminta dana dikirim ke nomor rekening bank yang di buat lewat KTP palsu.

Untuk melindungi para Nasabah dan juga Perusahaan Efek, APEI mengingatkan para Anggota untuk konfirmasi dulu dengan Nasabah sebelum melakukan update data, antara lain perubahan alamat email atau nomor telepon genggam atau data pribadi lainnya. (*) @dwitya_putra14

Apriyani

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

3 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

4 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

4 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

9 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

17 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

18 hours ago