Market Update

BEI Ungkap 8 Perusahaan Antre Masuk Bursa, Didominasi Aset Jumbo

Poin Penting

  • BEI mencatat 8 perusahaan dalam pipeline IPO 2026, terdiri dari 5 perusahaan aset besar dan 3 aset menengah, dari berbagai sektor.
  • Hingga kuartal I 2026 belum ada perusahaan yang listing, meski target IPO tahun ini tetap 50 emiten.
  • Aturan free float naik menjadi 15% dan berlaku bagi calon emiten baru, sementara keputusan IPO tetap menjadi strategi masing-masing perusahaan.

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat delapan perusahaan telah masuk dalam daftar calon emiten yang akan melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Dari jumlah tersebut, lima perusahaan memiliki aset skala besar di atas Rp250 miliar, sedangkan tiga lainnya merupakan perusahaan skala menengah dengan aset Rp50 miliar-250 miliar.

Berdasarkan sektor, dua perusahaan berasal dari sektor bahan baku dan dua dari sektor keuangan. Sementara itu, masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor non-siklikal, energi, industrial, dan transportasi.

Baca juga: Free Float Naik Jadi 15 Persen, Bagaimana Nasib Perusahaan akan IPO? Ini Jawaban OJK

Meski sudah ada delapan perusahaan dalam pipeline, hingga pertengahan kuartal I 2026 belum ada perusahaan yang mencatatkan saham di BEI. Padahal, BEI menargetkan 50 perusahaan melantai di bursa sepanjang 2026.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memastikan target tersebut belum berubah.

“(Untuk targetnya kan kemarin 50, Itu masih berlaku atau akan ada perubahan?) Sampai saat ini sih belum ada perubahan. Kita masih bekerja dengan target itu,” kata Jeffrey dikutip, Senin, 23 Februari 2026.

Tunggu Kesiapan Emiten dan Aturan Free Float Baru

Selain itu, dalam rencana reformasi pasar modal RI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI menaikkan ketentuan minimum aturan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Aturan ini juga berlaku bagi perusahaan baru yang akan melantai di bursa.

Baca juga: OJK Siap Terapkan Aturan Free Float 15 Persen, Berlaku untuk IPO Baru?

Terkait belum adanya IPO hingga saat ini, Jeffrey menegaskan keputusan listing merupakan langkah strategis masing-masing perusahaan. “Tapi untuk yang baru mau listing tentu akan menyesuaikan dengan peraturan yang baru,” ujarnya.

Listing itu adalah keputusan strategis masing-masing perusahaan. Ya tentu itu kita kembalikan. Tetapi kita mengundang perusahaan-perusahaan yang punya fundamental baik untuk bertumbuh lebih lanjut di bursa dan berbagi value dengan investor atau publik,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

5 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

6 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

6 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

12 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

13 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

13 hours ago