Direktur Utama BEI, Iman Rachman dalam konferensi pers, Rabu, 28 Januari 2026. (Foto: Khoirifa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan dua faktor utama yang memicu aksi panic selling investor di pasar saham Indonesia.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengatakan salah satu penyebabnya berasal dari keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing indeks saham Indonesia pada Februari 2026.
“Jadi kalau kita terjemahkan apa yang disampaikan tidak ada penambahan atau kekurangan konstituen perusahaan percatatan kita di MSCI,” kata Iman dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Baca juga: Alert! BEI Lakukan Trading Halt usai IHSG Ambles 8 Persen
Iman menambahkan, kekhawatiran lain datang dari kewajiban transparansi data free float saham yang harus mendapat persetujuan MSCI sebelum Mei 2026.
“Tetapi memang yang jadi concern adalah kalau data yang mereka (MSCI) minta, artinya data yang kami usulkan mereka merasa tidak cukup. Kalau data yang mereka harapkan itu tidak terpenuhi sampai dengan bulan Mei, mereka akan menurunkan perikan kita dari emerging market menjadi frontier market,” imbuhnya.
Jika status pasar saham Indonesia turun menjadi frontier market, posisinya akan sejajar dengan Vietnam dan Filipina. Saat ini, Indonesia masih berada di kelompok emerging market bersama Malaysia.
Meski demikian, Iman menyampaikan apresiasi terhadap metodologi MSCI dan menegaskan komitmen BEI untuk memenuhi kebutuhan transparansi data.
“Sehingga tadi kita tidak harapkan bahwa investor-investor kita yang ada sekarang panik. Kita akan berkomitmen terbaik untuk bisa memenuhi transparansi. Karena ini juga bukan hanya baik buat MSCI, tetapi baik juga buat pasar modal Indonesia,” ujar Iman.
Baca juga: Pasar Saham Berdarah, IHSG Ditutup Rontok 7,35 Persen di Tengah Lonjakan Transaksi
BEI pun akan terus berkoordinasi dan berdiskusi dengan MSCI guna memenuhi permintaan data free float sebelum batas waktu Mei 2026. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Jobstreet meluncurkan fitur Basic Talent Search yang memberi akses hingga 50 juta profil… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More
Poin Penting BNI membuka layanan terbatas di 23 outlet pada 20 Maret 2026 dan 32… Read More
Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan acara buka bersama yang dihadiri oleh anggota sekaligus… Read More