Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Guna peningkatan likuiditas pasar dan memberikan kemudahan bagi investor dalam melakukan transaksi saham, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyediakan infrastruktur Liquidity Provider (LP) saham pada 8 Mei 2025 lalu.
Seiring berjalannya waktu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, pada hari ini (11/8) akhirnya mengumumkan lisensi perdana LP saham kepada PT Phintraco Sekuritas Indonesia.
Lisensi tersebut diberikan kepada PT Phintraco Sekuritas karena telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh BEI, termasuk kesiapan infrastruktur, sumber daya, serta komitmen dalam menjalankan fungsi penyedia likuiditas secara berkelanjutan.
Baca juga: ISSI Naik Hampir 18 Persen, Pasar Saham Syariah Catat Rekor Baru
Menurut Iman, LP saham memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan kuotasi beli dan jual, sehingga dapat mengurangi bid-ask spread pada saham-saham dengan likuiditas rendah.
“Dengan hadirnya LP saham, diharapkan minat investor meningkat dan aktivitas perdagangan menjadi lebih aktif,” ucap Iman dalam HUT 48 Pasar Modal di Jakarta, 11 Agustus 2025.
Baca juga: Saham Bank di Indeks Infobank15, Mana yang Naik dan Turun Pekan Ini?
Sebelumnya, BEI menyebut telah terdapat tiga calon Anggota Bursa (AB) yang sedang dalam proses evaluasi. Artinya saat ini tersisa dua calon AB dari 13 AB yang telah menyampaikan minat menjadi AB LP saham.
Secara rinci, 13 AB yang mengajukan minat menjadi LP itu, lima di antaranya merupakan AB dari luar negeri, sementara delapan lainnya berasal dari dalam negeri. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More
Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More
Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More