Bos Bursa Berharap BI Bisa Tenangkan Pasar
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan pemutakhiran sistem perdagangan efek Jakarta Automated Trading System Next Generation (JATS NextG).
Aktualisasi sistem perdagangan efek tersebut meliputi pemindahan pusat data perdagangan efek (Data Center) dari gedung perkantoran ke gedung khusus Data Center dengan spesifikasi tier 3.
“Penerapan JATS NextG ini menggunakan aplikasi sistem perdagangan X-stream INET yang telah diimplementasikan di beberapa bursa lainnya di dunia,” kata Direktur Utama BEI, Tito Sulistio di Jakarta, Senin, 7 Mei 2018.
Tito mengatakan Sistem JATS NextG BEI akan memiliki peningkatan kapasitas order dan transaksi dari semula 5 juta order dan 2,5 juta transaksi per hari menjadi 15 juta order dan 7,5 juta transaksi per hari. Selain itu kecepatan transaksi perdagangan saham BEI meningkat dari sebelumnya 4.000 order per detik, menjadi 12.500 order per detik.
Baca juga: Bursa Siap Pindahkan Mesin Perdagangan ke Tempat Tersembunyi
Guna memastikan pemutakhiran sistem JATS NextG tersebut berjalan baik, BEI telah melakukan 24 kali pengujian sistem secara menyeluruh bersama Anggota Bursa, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan perusahaan penyedia data perdagangan efek.
Pemutakhiran sistem perdagangan tersebut, merupakan salah satu langkah dalam mencapai visi BEI sebagai Bursa kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia.
Sebagai informasi, Sistem Otomasi perdagangan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada mulanya diterapkan dengan sistem komputer JATS pada 22 Mei 1995.
Dalam rangka menjawab tantangan untuk bangkit dari krisis global, maka pada awal tahun 2009, BEI meluncurkan sistem perdagangan baru bernama JATS NextG yang memiliki kapasitas 1 juta order dan 500 ribu transaksi per hari dan mampu menangani multi products dalam single platform. Kemudian, kapasitas sistem perdagangan JATS NextG terakhir dikembangkan dan disempurnakan kembali pada 2012 untuk mengakomodasi sebanyak 5 kali lipat jumlah order dan transaksi dibandingkan kapasitas sebelumnya. (*)
Poin Penting Grab lewat A5-DB Holdings menambah kepemilikan saham Superbank (SUPA) dengan membeli 362,7 juta… Read More
Poin Penting Adira Finance memperkuat loyalitas nasabah melalui program Harinya Cicilan Lunas (HARCILNAS) 2025 di… Read More
Poin Penting Purbaya mengeklaim mengetahui penyebab pelemahan rupiah dan menilai kondisi itu bisa dibalik dalam… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bertemu eks Deputi Gubernur BI Juda Agung Soal kemungkinan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya menilai pelemahan rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS berdampak minimal dan… Read More
Poin Penting CELIOS menilai wacana tukar guling pejabat BI-Kemenkeu berisiko melemahkan citra independensi Bank Indonesia… Read More