Jakarta – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio memberikan apresiasi kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) dengan mengadakan malam apresiasi pelaku jasa keuangan kepada DK OJK periode 2012-2017.
Dalam sambutannya Tito mengatakan bahwa DK OJK yang berada di bawah kepemimpinan Muliaman D Hadad telah memberikan kontribusi yang sangat besar dan strategis kepada perkembangan ekonomi tanah air.
“OJK yang berhasil menjaga sistem keuanagan sebagai landasan dari pembangunan yang berkelanjutan. Selain itu OJK sangat berhasil melalui program literasi keuangan menciptakan kemandirian finansial masyarakat,” ujarnya, dalam malam apresiasi pelaku jasa keuangan kepada DK OJK periode 2012-2017, di Jakarta, Selasa, 18 Juli 2017.
Sebagai pelaku pasar, dirinya mengatakan meski masa jabatan DK OJK yang saat ini akan segera berakhir, namun masih panjang perjalanan ke depan yang akan kembali mempertemukannya.
“Malam ini pelaku industr ikeuangan ingin menyampaikan apresiasi bukan perpisahan tapi ini malam apresiasi, masih panjang perjalannnya pasti kita ketemu lagi dan selanjutnya selamanya kita jadi anak buah bapak ibu sekalian,” ucap Tito.
Sekedar informasi, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah sepakat menetapkan Wimboh Santoso sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022.
Wimboh akan ditemani oleh Nurhaida yang saat ini menjabat DK OJK, Tirta Segara yang saat ini menjabat Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Riswinandi, mantan bankir yang kini menjabat Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Heru Kristiyana, Direksi PT Danareksa (Persero), Hoesen Direktur Penilaian Perusahaan BEI, dan pejabat BI Ahmad Hidayat. (*)
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More