BEI Sebut Ada 40 Perusahaan Berhasil Catatkan Saham dengan Himpun Dana Rp32,7 T

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan hingga 9 Juni 2023 telah berhasil mencatatkan saham 40 perusahaan dengan dana yang dihimpun mencapai Rp32,7 triliun, dan masih terdapat 43 perusahaan masuk dalam pipeline.

“Sampai dengan 9 Juni 2023 telah tercatat 40 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp32,7 triliun,” ucap Direktur Penilaian BEI, I Nyoman Gede Yetna kepada media di Jakarta, 9 Juni 2023.

Dari 43 perusahaan yang saat ini sedang antre untuk melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO) terbanyak masih diduduki oleh sektor consumer siklikal sebanyak sembilan perusahaan atau mendominasi sebesar 47,37%, serta diikuti oleh sektor properti dan non-siklikal yang masing-masng terdapat lima perusahaan.

Di sisi lain, untuk obligasi BEI juga telah menerbitkan 36 emisi dari 29 penerbit efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun mencapai Rp40,7 triliun hingga Juni 2023.

Sedangkan, untuk pipeline obligasi hingga 9 Juni 2023 telah terdapat 37 emisi dari 30 penerbit EBUS, dengan sektor terbanyak dari sektor keuangan sebanyak 22 emisi, serta diikuti oleh sektor industrial sebanyak enam perusahaan dan sektor energi tiga perusahaan.

Adapun, dari sisi aksi korporasi atau rights issue yang telah dilakukan oleh BEI, di mana terdapat 18 perusahaan tercatat yang telah melakukan rights issue dengan total nilai Rp28,3 triliun.

Sementara itu, dalam pipeline aksi korporasi BEI juga merinci masih terdapat 25 perusahaan tercatat, dimana sektor terbanyak masih didominasi oleh sektor keuangan dan sektor consumer siklikal sebanyak tujuh perusahaan. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

14 mins ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

45 mins ago

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 4,7 Persen, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More

45 mins ago

GrabX 2026

Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More

48 mins ago

Hasil Investigasi PBB: TNI Tewas di Lebanon Akibat Peluru Tank Israel

Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More

1 hour ago

BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More

1 hour ago