Market Update

BEI Sebut Ada 1 Perusahaan Konglomerasi Siap IPO

Poin Penting

  • BEI menyebut setidaknya satu perusahaan konglomerasi siap melangsungkan IPO pada 2026, meski sektor usahanya belum diungkap.
  • Hingga 15 Januari 2026, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline IPO BEI, dengan mayoritas beraset besar di atas Rp250 miliar.
  • Selain IPO, BEI mencatat tiga rights issue senilai Rp2,90 triliun serta penerbitan obligasi dan sukuk senilai Rp5,85 triliun.

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa setidaknya terdapat satu perusahaan konglomerasi yang siap melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada tahun ini.

“Insyaallah ada, tanya pak Nyoman persisnya ya, tapi setahu saya minimal satu (perusahaan),” kata Direktur Utama BEI, Iman Rachman, kepada media di Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.

Baca juga: Tingkatkan Kepercayaan Publik, Pramono Minta Bank Jakarta Segera IPO

Meski memastikan adanya rencana IPO dari perusahaan konglomerasi, Iman belum mengungkapkan sektor usaha dari perusahaan tersebut.

Adapun per 15 Januari 2026, BEI mencatat terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham. Dari jumlah tersebut, lima perusahaan tergolong beraset besar dengan nilai di atas Rp250 miliar.

Sementara itu, dua perusahaan lainnya masuk kategori aset menengah sebesar Rp50-250 miliar dan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

Baca juga: Superbank (SUPA) Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia, Jadi IPO Terbesar di Sektor Bank Digital

Dari jenis sektornya, BEI menyebut ada dua perusahaan di sektor keuangan, sedangkan perusahaan lainnya berasal dari sektor yang berbeda, antara lain sektor bahan baku, energi, industrial, teknologi, dan transportasi.

Namun hingga pertengahan Januari 2026, belum terdapat perusahaan yang melangsungkan aksi korporasi pencatatan saham di BEI.

Di sisi lain, BEI mencatat aksi korporasi rights issue telah dilakukan oleh tiga perusahaan dengan total nilai mencapai Rp2,90 triliun. Sementara itu, pada pipeline obligasi telah diterbitkan 9 emisi dari 7 penerbit Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) dengan nilai total Rp5,85 triliun. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Harga Minyak Terancam Melonjak Imbas AS dan Israel Serang Iran

Poin Penting Konflik AS–Israel vs Iran ancam 20 persen pasokan minyak global dan dorong harga… Read More

31 mins ago

Trump Deklarasi Perang Besar di Iran, Ini Potensi Dampaknya ke Ekonomi RI

Poin Penting Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia dari sekitar USD73 hingga berpotensi USD120-140… Read More

14 hours ago

SMF Sebut Pendanaan Rumah Subsidi Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Poin Penting SMF memastikan pendanaan rumah subsidi dan FLPP tetap terjaga dan berkelanjutan meski ekonomi… Read More

14 hours ago

Istana Bantah Anggaran Pendidikan Dipangkas karena Program MBG

Poin Penting Istana memastikan anggaran pendidikan tidak dipangkas meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan.… Read More

15 hours ago

Kabar Baik untuk Guru Honorer, Insentif Naik dan Tunjangan Non-ASN Tembus Rp2 Juta

Poin Penting Insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000, pertama kali meningkat sejak program berjalan sejak… Read More

15 hours ago

Industri BPD Didorong Adopsi Agentic AI untuk Akselerasi Transformasi Digital

Poin Penting Industri BPD didorong mengadopsi agentic AI untuk meningkatkan efisiensi, keamanan siber, kepatuhan, dan… Read More

16 hours ago